Video Bocor, Biden Akui Kesepakatan Nuklir Iran Mati Meski Perundingan Berlanjut

Rabu, 21 Desember 2022 - 07:33 WIB
loading...
Video Bocor, Biden Akui...
Presiden AS Joe Biden. Foto/gedung putih
A A A
WASHINGTON - Joe Biden adalah wakil presiden ketika Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) diratifikasi oleh presiden saat itu Barack Obama pada tahun 2015.

Dia sejak itu berjanji mencabut keputusan pendahulunya Donald Trump yang menarik diri dari kesepakatan itu, tetapi pembicaraan antara AS dan Iran terhenti sejak Agustus.



Satu video muncul dari Joe Biden yang menyatakan kesepakatan energi nuklir damai dengan Iran sudah "mati" bahkan saat perundingan berlanjut.

Baca juga: Ledakan Guncang Pipa Gas Utama Rusia, Harga Energi Eropa Menggila

Presiden AS membuat komentar tersebut kepada para emigran Iran pada rapat umum kampanye dengan sesama anggota Kongres Partai Demokrat Mike Levin di Oceanside, California pada 4 November 2022, pada saat protes kekerasan berkecamuk di Iran dengan dukungan dari Washington.

"Presiden Biden, bisakah Anda mengumumkan bahwa JCPOA sudah mati? Bisakah Anda mengumumkannya saja?" tanya seorang wanita. Biden menjawab, "Tidak", mendorong wanita itu untuk bertanya, "Mengapa tidak?"

"Banyak alasan. Sudah mati, tapi kami tidak akan mengumumkannya," ujar Biden padanya. "Ceritanya panjang, tapi kami akan memastikan..."

Biden tampak tidak terpengaruh ketika wanita itu dengan meremehkan menyebut pemerintah Iran sebagai "para Mullah".

"Kami hanya tidak ingin ada kesepakatan dengan para Mullah," ujar wanita itu. "Tidak Ada Kesepakatan! Mereka tidak mewakili kami, mereka bukan pemerintah kami."

"Oh, saya tahu mereka tidak mewakili Anda," jawab Biden, "tetapi mereka akan memiliki senjata nuklir yang akan mereka wakili."

Pemerintahan Biden memulai pembicaraan dengan Iran tahun lalu tentang AS kembali ke kesepakatan, yang ditarik oleh pendahulunya Donald Trump.

Pembicaraan antara Uni Eropa (UE) dan Iran untuk menghidupkan kembali pembicaraan masih berlangsung di ibu kota Austria, Wina, meskipun delegasi AS tidak berpartisipasi langsung sejak Agustus.

Perjanjian Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015 antara Iran, AS, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, China, dan UE ditandatangani ketika Biden menjadi wakil presiden di era Barack Obama.

Kesepakatan itu menetapkan pencabutan sanksi terhadap Iran secara bertahap, sementara sebagai imbalannya, Teheran akan sangat mengurangi pengayaan bahan bakar uraniumnya untuk pembangkit listrik tenaga nuklirnya dan mengizinkan inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengakses fasilitasnya untuk memverifikasi kepatuhan.

Obama dengan cepat memperburuk kesepakatan itu dengan memberikan lebih banyak sanksi terhadap Iran atas pengujian rudal balistik jarak pendek yang dirancang untuk membawa hulu ledak konvensional.

Pengganti Obama, Donald Trump, menepati janji kampanye 2016 untuk menarik diri dari kesepakatan pada Mei 2018, tetapi tidak menindaklanjutinya dengan negosiasi ulang yang dijanjikan.

Iran menunggu satu tahun, sesuai ketentuan perjanjian, sebelum memulai kembali pengayaan uranium tingkat tinggi.

AS, Israel, dan negara-negara Barat lainnya menuduh uranium yang diperkaya dimaksudkan untuk program senjata nuklir.

Tuduhan itu berulang kali disangkal Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang menegaskan senjata nuklir dilarang oleh Islam dalam fatwa atau penilaian agama.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Besok Hari Asyura, Ini...
Besok Hari Asyura, Ini Doa yang Dianjurkan dan Mulai Diamalkan Malam Ini!
Berita Terkini
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Infografis
Israel Mulai Serang...
Israel Mulai Serang Iran! Mengincar Fasilitas Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved