Rusia Peringatkan Konfrontasi Nuklir Jika AS Berlomba Mendominasi Global

Sabtu, 11 Juli 2020 - 09:02 WIB
loading...
A A A
Diplomat top Rusia itu menyarankan Washington membongkar seluruh mekanisme kendali senjata. Pemerintahan Presiden AS Trump telah menarik tahun lalu dari Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF)1987, pakta yang melarang kedua belah pihak menempatkan rudal berbasis darat dan jarak menengah di Eropa.

Penarikan diri Amerika dari pakta itu juga membuat New START (New Strategic Arms Reduction Treaty), pakta yang ditandatangani dengan Rusia pada 2010, dalam bahaya. Perjanjian ini telah jadi tonggak sejarah yang menyaksikan AS dan Rusia mengurangi hulu ledak mereka masing-masing menjadi 1.550 dan peluncur mereka menjadi 800 unit. Perjanjian itu akan berakhir tahun depan, tetapi Lavrov mengatakan pada hari Jumat bahwa ia tidak optimis pakta itu akan diperpanjang.

Menurut Lavrov, keputusan AS untuk tidak memperbarui New START sudah merupakan kesepakatan yang telah dilakukan dan nasib pakta tersebut "disegel".

Washington menegaskan bahwa pembaruan pembicaraan dilakukan secara trilateral, dengan China ikut serta dalam diskusi. Namun, Beijing mengatakan akan senang untuk mengambil bagian dalam negosiasi tetapi hanya jika AS bersedia mengurangi persenjataan nuklirnya ke level yang sama dengan yang dimiliki China, atau sekitar 20 kali lebih kecil dari yang dimiliki Amerika sekarang.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved