Putin Kumpulkan Jenderal Rusia, Minta Usulan Taktik Perang Ukraina

Minggu, 18 Desember 2022 - 00:11 WIB
loading...
Putin Kumpulkan Jenderal...
Presiden Vladimir Putin kumpulkan para jenderalnya, minta usulan perihal taktik untuk perang jangka pendek dan jangka menengah di Ukraina. Foto/Gavriil Grigorov/RIA Novosti
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin telah menggelar pertemuan dengan para komandan militer Rusia untuk membahas operasi militer Moskow di Ukraina . Dalam pertemuan itu, presiden meminta usulan para jenderal perihal taktik jangka pendek dan jangka menengah untuk perang tersebut.

Pertemuan itu berlangsung hari Jumat, tapi baru diungkap Kremlin pada Sabtu (17/12/2022).

"Sepanjang Jumat, presiden bekerja di markas gabungan dari cabang-cabang militer yang terlibat dalam operasi militer khusus," bunyi pengumuman Kremlin, seperti dikutip Russia Today.

Pengumuman itu tidak memberikan rincian di mana pertemuan berlangsung.

Baca juga: Panglima Militer Valeriy Zaluzhnyi: 76 Rudal Rusia Hujani Ukraina, 60 Ditembak Jatuh

Putin mendengar laporan tentang pekerjaan markas besar militer dan kemajuan kampanye militer di Ukraina. Pemimpin Rusia itu juga mengadakan konferensi bersama dan pertemuan terpisah dengan para komandan.

Foto-foto yang dirilis Kremlin menunjukkan pertemuan itu dihadiri oleh Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu, Jenderal Valery Gerasimov yang menjabat sebagai kepala Staf Umum, dan Jenderal Sergey Surovikin yang menjabat sebagai komandan pasukan Rusia di Ukraina.

Video yang di-posting oleh Kremlin di Telegram menampilkan pidato pembukaan Putin di konferensi tersebut.

“Kami akan mendengarkan para komandan di setiap wilayah operasi, dan saya ingin mendengar usulan Anda mengenai tindakan jangka pendek dan jangka menengah kami," kata Presiden Putin.

Pertemuan itu terjadi setelah peringatan Putin pekan lalu bahwa operasi militer di Ukraina mungkin merupakan proses yang panjang.

Dia mencatat, bagaimanapun, bahwa Rusia telah mendapatkan beberapa keuntungan besar, merujuk pada Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk, yang bersama dengan Wilayah Kherson dan Zaporizhzhia, memilih untuk bergabung dengan Rusia dalam referendum beberapa bulan lalu.

Baca juga: Panglima Militer Ukraina: Rusia Berhasil Beradaptasi dengan Sistem HIMARS AS

Ukraina dan Barat mengecam referendum itu, menyebutnya tidak sah dan menganggap Rusia melakukan pencaplokan wilayah atau aneksasi.

Pemimpin Rusia tersebut kemudian menjelaskan bahwa konflik Ukraina benar-benar dimulai pada tahun 2014, ketika AS mendukung kudeta nasionalis di Kiev, menggulingkan Viktor Yanukovich, presiden Ukraina yang terpilih secara demokratis.

Belakangan, Prancis dan Jerman membantu merundingkan gencatan senjata antara Kiev dan republik Donbass di Minsk, tetapi gagal memastikan gencatan senjata ditegakkan.

Terhadap latar belakang itu, Putin mengeklaim bahwa Moskow tidak punya banyak pilihan selain melakukan intervensi pada akhir Februari untuk mempertahankan republik Donbass dari Ukraina.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved