Panglima Militer Ukraina: Rusia Berhasil Beradaptasi dengan Sistem HIMARS AS
Sabtu, 17 Desember 2022 - 01:46 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, militer Rusia telah mengubah taktiknya dalam perang yang sedang berlangsung, menyesuaikan dengan persenjataan yang digunakan untuk melawannya.
“Mereka telah pergi ke jarak yang tidak bisa dijangkau oleh HIMARS. Dan kami tidak memiliki jarak yang lebih jauh,” paparnya, menggemakan tuntutan berulang dari Kiev kepada pendukung Barat-nya untuk memasoknya dengan amunisi jarak jauh.
Panglima militer tidak merinci ke mana tepatnya pasukan Moskow pergi untuk berada di luar jangkauan sistem HIMARS.
Komandan tersebut juga mengeluhkan serangan rudal yang diluncurkan oleh Moskow terhadap infrastruktur kritis Ukraina.
Namun, pada saat yang sama, dia mengeklaim pertahanan udara Ukraina telah menunjukkan rasio intersepsi yang sangat tinggi.
“Sekarang kami memiliki rasio 0,76 [menjatuhkan rudal]. Rusia menggunakan koefisien kemanjuran 0,76 ini ketika mereka merencanakan serangan mereka. Ini berarti bahwa alih-alih 76 rudal, mereka meluncurkan 100. Dan 24 melewati dan mencapai target mereka. Dan apa yang dilakukan dua rudal ke pembangkit listrik? Itu tidak akan berfungsi selama dua tahun. Jadi harus dibangun," papar Zaluzhnyi.
Pengeboman besar-besaran terhadap infrastruktur Ukraina terjadi setelah serangan terhadap Jembatan Crimea, yang menurut Moskow didalangi dinas intelijen Kiev.
“Mereka telah pergi ke jarak yang tidak bisa dijangkau oleh HIMARS. Dan kami tidak memiliki jarak yang lebih jauh,” paparnya, menggemakan tuntutan berulang dari Kiev kepada pendukung Barat-nya untuk memasoknya dengan amunisi jarak jauh.
Panglima militer tidak merinci ke mana tepatnya pasukan Moskow pergi untuk berada di luar jangkauan sistem HIMARS.
Komandan tersebut juga mengeluhkan serangan rudal yang diluncurkan oleh Moskow terhadap infrastruktur kritis Ukraina.
Namun, pada saat yang sama, dia mengeklaim pertahanan udara Ukraina telah menunjukkan rasio intersepsi yang sangat tinggi.
“Sekarang kami memiliki rasio 0,76 [menjatuhkan rudal]. Rusia menggunakan koefisien kemanjuran 0,76 ini ketika mereka merencanakan serangan mereka. Ini berarti bahwa alih-alih 76 rudal, mereka meluncurkan 100. Dan 24 melewati dan mencapai target mereka. Dan apa yang dilakukan dua rudal ke pembangkit listrik? Itu tidak akan berfungsi selama dua tahun. Jadi harus dibangun," papar Zaluzhnyi.
Pengeboman besar-besaran terhadap infrastruktur Ukraina terjadi setelah serangan terhadap Jembatan Crimea, yang menurut Moskow didalangi dinas intelijen Kiev.
Lihat Juga :