Ribuan Demonstran Turun ke Jalan Menentang Hukuman Wali Kota Istanbul

Jum'at, 16 Desember 2022 - 06:30 WIB
loading...
Ribuan Demonstran Turun...
Ribuan Demonstran Turun ke Jalan Menentang Hukuman Wali Kota Istanbul. FOTO/Reuters
A A A
ISTANBUL - Ribuan orang berunjuk rasa di Turki pada Kamis (15/12/2022) untuk menentang hukuman dan larangan politik Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu. Massa meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik Presiden Tayyip Erdogan dan Partai AK yang berkuasa.

Sebelumnya, Pengadilan Turki pada Rabu (14/12/2022) menghukum Imamoglu, saingan populer Erdogan. Imamoglu divonis dua tahun tujuh bulan penjara, yang seperti larangan tersebut harus dikonfirmasi oleh pengadilan banding. Putusan itu menuai kecaman luas di dalam dan luar negeri sebagai penyalahgunaan demokrasi.

Baca: Hina Erdogan, Wali Kota Istanbul Divonis 2 Tahun Penjara

Seperti dilaporkan Reuters, jaksa penuntut dalam kasus tersebut telah meluncurkan gugatan hukum terhadap putusan tersebut, mencari hukuman penjara yang lebih lama untuk Imamoglu. Tidak ada detil lebih lanjut yang tersedia saat ini.

Saat musik patriotik meraung, kerumunan mengibarkan bendera Turki di depan gedung kota Istanbul, yang darinya tersampir potret besar Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Turki yang prinsip-prinsip sekulernya dikatakan oleh lawan Erdogan berada di bawah ancaman.

"Hak, hukum, keadilan. ... Akan tiba saatnya AKP dimintai pertanggungjawaban," teriak massa.

Baca: Erdogan: Turki Lanjutkan Pembicaraan dengan Rusia-Ukraina untuk Akhiri Perang

Pemilihan presiden dan parlemen tahun depan, yang akan diadakan pada bulan Juni, dapat menjadi salah satu tantangan politik terbesar bagi kekuasaan Erdogan selama dua dekade, karena rakyat Turki bergulat dengan melonjaknya biaya hidup dan jatuhnya mata uang. Lira jatuh ke rekor terendah terhadap dolar minggu ini.

"Pemerintah takut dan itulah mengapa ada vonis seperti itu. Tidak ada yang bisa menghentikan bangsa ini," kata Filiz Kumbasar, 56, yang melakukan perjalanan ke rapat umum dari Duzce, sebuah kota 200 km dari Istanbul.

Imamoglu dihukum karena menghina pejabat publik dalam pidatonya, setelah dia memenangkan pemilu Istanbul pada 2019. Para kritikus mengatakan, pengadilan Turki tunduk pada kehendak Erdogan. Pemerintah mengatakan peradilan itu independen.

"Anda sudah mengalahkan mereka dua kali dan Anda akan melakukannya lagi," kata Imamoglu kepada orang banyak. Ia merujuk pada pemungutan suara awal pada 2019 yang dimenangkannya, tetapi dibatalkan dan pemilihan ulang yang mengikuti dan yang juga dimenangkannya.

Baca: Sisi dan Erdogan Berjabat Tangan, Awal Hubungan Baru Mesir-Turki

"Semua 16 juta warga Istanbul, bangsa kita dan aliansi besar Turki kita ada di belakang saya. Kami akan mengubah urutan ini dalam pemilihan tahun depan," katanya.

Aliansi oposisi enam partai yang dibentuk melawan Erdogan, yang dipimpin oleh Partai Rakyat Republik (CHP) pimpinan Imamoglu, belum menyepakati calon presiden. Imamoglu telah diperdebatkan sebagai calon penantang dan jajak pendapat menunjukkan dia akan mengalahkan Erdogan.

Putusan pengadilan, jika ditegakkan, akan melarang Imamoglu mencalonkan diri. "Kami di sini hari ini untuk melindungi hak-hak kami dan suara jutaan orang dari Istanbul. Kami di sini karena kami ingin tinggal di negara yang memiliki supremasi hukum," kata Aslihan Gulhan, seorang warga Turki yang bekerja di sektor pariwisata.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Vladimir Petkovic Melawan...
Vladimir Petkovic Melawan Mantan
Soroti Kejanggalan,...
Soroti Kejanggalan, Tim Hukum MNC Asia Surati KY dan MA untuk Awasi Sidang Banding Perkara CMNP
Band Perunggu Bongkar...
Band Perunggu Bongkar Alasan Resign dari Pekerjaan Kantoran, Utamakan Keluarga dan Musik
Berita Terkini
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Infografis
Terinspirasi Perang...
Terinspirasi Perang Revolusi AS, Ribuan Demonstran Turun ke Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved