Warga China Lega, Aplikasi Pelacakan Perjalanan Dihentikan
Selasa, 13 Desember 2022 - 02:30 WIB
loading...
A
A
A
Bulan lalu di Beijing dan beberapa kota lain, protes atas pembatasan berkembang menjadi seruan agar pemimpin Xi Jinping dan Partai Komunis yang berkuasa mundur, dalam tingkat ekspresi politik publik yang tidak terlihat dalam beberapa dekade.
Meski ditanggapi dengan lega, pelonggaran itu juga memicu kekhawatiran tentang gelombang baru infeksi yang berpotensi membebani sumber daya perawatan kesehatan di beberapa daerah.
Baca: Sempat Memantik Demonstrasi, China Cabut Pembatasan 'Super' Ketat Covid-19
Pemerintah Xi masih secara resmi berkomitmen untuk menghentikan penularan virus, negara besar terakhir yang mencoba. Tetapi langkah terbaru menunjukkan bahwa partai tersebut akan mentolerir lebih banyak kasus tanpa karantina atau menutup perjalanan atau bisnis karena menghentikan strategi "nol-COVID" -nya.
Menghadapi lonjakan kasus COVID-19, China menyiapkan lebih banyak fasilitas perawatan intensif dan berusaha memperkuat kemampuan rumah sakit untuk menangani kasus yang parah.
Meski ditanggapi dengan lega, pelonggaran itu juga memicu kekhawatiran tentang gelombang baru infeksi yang berpotensi membebani sumber daya perawatan kesehatan di beberapa daerah.
Baca: Sempat Memantik Demonstrasi, China Cabut Pembatasan 'Super' Ketat Covid-19
Pemerintah Xi masih secara resmi berkomitmen untuk menghentikan penularan virus, negara besar terakhir yang mencoba. Tetapi langkah terbaru menunjukkan bahwa partai tersebut akan mentolerir lebih banyak kasus tanpa karantina atau menutup perjalanan atau bisnis karena menghentikan strategi "nol-COVID" -nya.
Menghadapi lonjakan kasus COVID-19, China menyiapkan lebih banyak fasilitas perawatan intensif dan berusaha memperkuat kemampuan rumah sakit untuk menangani kasus yang parah.
Lihat Juga :