AS Ungkap Sikap pada Serangan Ukraina di Wilayah Rusia

Senin, 12 Desember 2022 - 06:29 WIB
loading...
AS Ungkap Sikap pada...
Sistem rudal HIMARS meluncurkan rudal. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) tidak secara eksplisit mendorong Ukraina untuk mencapai target jauh di dalam Rusia.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan hal itu kepada Martha Raddatz dari ABC pada Minggu (11/12/2022).

Komentarnya tampaknya merupakan tanggapan terhadap Kepala Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Aleksey Danilov yang mengklaim pada Sabtu bahwa Kiev tidak mengesampingkan serangan di dalam wilayah Rusia.

Ditanya oleh penyiar ABC apakah menurutnya drone Ukraina harus menyerang "lapangan terbang jauh di dalam Rusia," Kirby pertama kali menyatakan dia akan "membiarkan Angkatan Bersenjata Ukraina berbicara untuk operasi mereka."

Baca juga: AS: Rusia-Iran Jajaki Produksi Bersama Drone Mematikan

Dia kemudian mengklarifikasi, “Kami tentu saja tidak mendorong atau memungkinkan operasi Ukraina di dalam Rusia. Kami berusaha memastikan mereka dapat mempertahankan wilayah mereka, memenangkan kembali wilayah mereka di Ukraina.”

“Sejak awal, Martha, kami telah berbicara tentang pemantauan dan kesadaran akan risiko eskalasi perang ini karena tidak hanya tidak baik untuk rakyat Ukraina, juga tidak baik untuk kepentingan kami, dan tidak baik untuk orang Rusia,” ujar Kirby.

Pejabat itu sebelumnya merujuk paket bantuan militer terbaru Washington senilai USD275 juta ke Ukraina, yang mencakup rudal untuk sistem HIMARS, peluru artileri, komponen pertahanan udara, dan persenjataan lainnya.

Diumumkan pada Jumat, paket tersebut menambah jumlah total bantuan militer yang diberikan pemerintahan Biden ke Ukraina menjadi sekitar USD20 miliar, dengan USD19,3 miliar dari jumlah tersebut diberikan sejak dimulainya operasi militer Rusia pada Februari.

Menyusul serangan Ukraina awal bulan ini di dua pangkalan udara Rusia ratusan kilometer dari perbatasan Ukraina, Menteri Luar Negeri Antony Blinken bersikeras, “AS tidak mendorong atau memungkinkan Ukraina menyerang di dalam Rusia."

Namun, laporan Times pada Jumat menunjukkan meski "Washington tidak ingin terlihat secara terbuka memberikan lampu hijau" kepada sekutu Eropa Timurnya, Pentagon tidak mengatakan kepada Ukraina untuk tidak menyerang Rusia di wilayah mereka sendiri, melainkan hanya bersikeras mereka memperhatikan hukum internasional dan konvensi Jenewa, aturan yang semakin banyak bukti menunjukkan mereka telah melanggarnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova sebelumnya memperingatkan AS bahwa menyediakan Kiev dengan senjata jarak jauh untuk menyerang Rusia akan melewati "garis merah" dan berpotensi menjadikan Washington "pihak langsung dalam konflik."

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved