Mahkamah Agung AS Akui Separuh Oklahoma Milik Bangsa Suku Indian

Jum'at, 10 Juli 2020 - 14:48 WIB
loading...
A A A
“Hari ini kita ditanya apakah tanah yang dijanjikan tetap menjadi reservasi orang Indian untuk tujuan hukum pidana federal. Karena Kongres tidak mengatakan sebaliknya, kami memegang pemerintahan pada kata-katanya," tulis Gorsuch, seperti dikutip Reuters, Jumat (10/7/2020).

Gorsuch menolak argumen Negara Bagian Oklahoma, yang menurutnya mengharuskan untuk "menutup mata" terhadap janji-janji masa lalu pemerintah federal.

Dalam pernyataan bersama, pihak Negara Bagian Oklahoma, Bangsa Creek dan empat lainnya dari apa yang dikenal sebagai "Lima Suku" Oklahoma mengatakan mereka membuat "kemajuan substansial" menuju kesepakatan tentang yurisdiksi bersama yang akan mereka presentasikan kepada pemerintah federal. Suku-suku lainnya adalah Cherokee, Chickasaw, Choctaw dan Seminole.

"Negara-negara (suku) dan Negara (Bagian Oklahoma) berkomitmen untuk menerapkan kerangka kerja yurisdiksi bersama yang akan menjaga kepentingan kedaulatan dan hak-hak untuk pemerintahan sendiri sambil menegaskan pemahaman yurisdiksi, prosedur, hukum dan peraturan yang mendukung keselamatan publik, ekonomi kita dan hak-hak properti pribadi," bunyi pernyataan bersama tersebut.

Kecuali jika ada perubahan, anggota suku yang tinggal di dalam perbatasan sekarang akan dibebaskan dari kewajiban negara tertentu seperti membayar pajak negara, sementara penduduk asli Amerika yang dinyatakan bersalah di pengadilan Negara Bagian Oklahoma akan dapat menentang hukuman mereka dengan alasan yurisdiksi. Suku asli juga dapat memperoleh lebih banyak kekuatan untuk mengatur penjualan alkohol dan memperluas perjudian kasino.

Putusan itu membatalkan hukuman 1.000 tahun penjara terhadap McGirt atas kasus perkosaan, tetapi dia bisa menghadapi pengadilan baru di pengadilan federal daripada pengadilan Negara Bagian Oklahoma. (Baca juga: Media Amerika: China dan Natuna, Alasan Indonesia Beli Osprey V-22 AS )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Berita Terkini
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved