Media Amerika: China dan Natuna, Alasan Indonesia Beli Osprey V-22 AS

Kamis, 09 Juli 2020 - 14:17 WIB
loading...
Media Amerika: China...
Helikopter angkut Osprey V-22 buatan Bell-Boeing Amerika Serikat. Foto/Bell-Boeing
A A A
JAKARTA - Media Amerika Serikat (AS), Forbes, menyebut China dan masalah perairan Natuna yang menjadi alasan Indonesia membeli delapan helikopter angkut Osprey V-22 Amerika.

"Indonesia Might Buy V-22s—The Reason Is China," bunyi judul pemberitaan media tersebut pada 8 Juli 2020.

Departemen Luar Negeri AS pada hari Senin menyetujui pengajuan Indonesia untuk membeli delapan helikopter angkut Osprey V-22 dari Bell-Boeing dengan biaya sekitar USD2 miliar. Harga itu termasuk suku cadang.

Menurut laporan Forbes, Indonesia sebenarnya tidak menginginkan Osprey twin-rotor yang terbang cepat tersebut dan mungkin tidak pernah berniat menandatangani kesepakatan pembelian. Tetapi tidak sulit untuk melihat bagaimana angkatan bersenjata Indonesia dapat memperoleh manfaat dari akuisisi itu.

"Itu bermuara pada satu kata: Natuna. Ini adalah kelompok pulau Indonesia di Laut China Selatan. Salah satu yang ingin dianeksasi oleh para pemimpin China. Natuna adalah sumber ketegangan yang sedang berlangsung di kawasan itu," kata kelompok think tank RAND yang berbasis di California. (Baca: Amerika Setujui Penjualan 8 Helikopter Angkut MV-22 Osprey ke Indonesia )

Kepulauan Natuna adalah kelompok 272 pulau kecil, yang pusatnya terletak 730 mil utara Jakarta. Kurang dari 100.000 orang tinggal di pulau-pulau itu. Hampir semuanya bekerja untuk pemerintah atau sebagai nelayan kecil.

Natuna merupakan perairan yang kaya akan gas alam dan, tentu saja, ikan. Itulah sebabnya China iri dengan pulau-pulau Indonesia ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved