Sambil Tenggak Sampanye, Putin Salahkan Ukraina atas Serangan Militer Rusia

Jum'at, 09 Desember 2022 - 11:51 WIB
loading...
Sambil Tenggak Sampanye, Putin Salahkan Ukraina atas Serangan Militer Rusia
Presiden Vladimir Putin menenggak sampanye sambil menyalahkan Ukraina atas serangan militer Rusia. Foto/Sputniknews
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin menenggak sampanye saat dia menyalahkan Ukraina atas serangan militer Rusia . Dalam kesempatan itu, dia mengakui bahwa militer Moskow telah menyerang infrastruktur sipil utama negara tetangga.

"Ada banyak keributan tentang serangan kami terhadap infrastruktur energi negara tetangga. Ya, kami melakukannya. Tapi siapa yang memulainya?" kata Putin pada sebuah upacara penghargaan hari Kamis.

Putin mengadakan jamuan makan malam yang luar biasa besar bagi anggota senior Kremlin untuk memberikan medali Bintang Emas kepada Pahlawan Rusia pada malam Hari Pahlawan Tanah Air di Moskow.

Pada acara tersebut, saat berbicara dengan media pemerintah Rusia, dia mengatakan bahwa kritik global terhadap serangan yang telah menyebabkan jutaan orang hidup tanpa listrik dan air pada awal musim dingin "tidak akan mengganggu misi tempur kami".

Baca juga: Vladimir Putin: Kami Tidak Gila, Tak Akan Gunakan Bom Nuklir Lebih Dulu

Dia mengeklaim bahwa Ukraina telah melakukan tindakan genosida dengan menolak menyediakan air ke Donetsk--wilayah yang kini bergabung dengan Rusia--dan juga mengakui menyerang sistem energi.

"Tidak memasok air ke kota berpenduduk lebih dari satu juta orang adalah tindakan genosida," kata Putin sambil menenggak sampanye, seperti dikutip dari The Mirror, Jumat (9/12/2022).

Dia menuduh barat "diam total" dalam hal ini dan bias terhadap Rusia.

“Begitu kita bergerak dan melakukan sesuatu sebagai tanggapan, ada kegemparan dan keributan menyebar ke seluruh alam semesta,” katanya.

Beberapa saat sebelum wawancara, dia berkata di ruangan yang penuh dengan orang: "Setiap pejuang di garis depan adalah pahlawan bagi saya dan semua warga negara kita."
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3125 seconds (10.177#12.26)