Baku Tembak di Hutan, Tentara Thailand Tewaskan 15 Penyelundup Narkoba

Jum'at, 09 Desember 2022 - 05:30 WIB
loading...
Baku Tembak di Hutan, Tentara Thailand Tewaskan 15 Penyelundup Narkoba
Baku Tembak di Hutan, Tentara Thailand Tewaskan 15 Penyelundup Narkoba. FOTO/Reuters
A A A
BANGKOK - Tentara Thailand bentrok dengan tersangka penyelundup narkoba di kawasan hutan di utara negara itu dekat perbatasan Myanmar, Kamis (8/12/2022). Seperti dilaporkan AP, baku tembak ini menewaskan 15 orang.

Para prajurit menghadapi kelompok tersangka yang membawa ransel pada Rabu (7/12/2022) malam dan memerintahkan mereka untuk berhenti, tetapi mereka malah melepaskan tembakan, menurut Satuan Tugas Pha Muang, unit militer yang bertanggung jawab atas keamanan di provinsi perbatasan utara Thailand.

Baca: AS Akan Bantu Thailand Kembangkan Reaktor Nuklir Kecil

Baku tembak terjadi sekitar 10 menit, tidak ada tentara yang terluka. Tetapi pada Kamis pagi, ketika militer kembali untuk memeriksa tempat kejadian di distrik Fang di provinsi Chiang Mai, mereka menemukan 15 tersangka penyelundup tewas dan 29 ransel berisi sabu.

Masih diselidiki apakah tersangka membawa sabu dari Myanmar. Rute tersebut merupakan rute umum untuk narkoba yang diselundupkan ke Thailand.

Jumlah pasti sabu yang disita juga tidak segera tersedia, dan satuan tugas tidak mengatakan apakah ada tersangka yang diyakini telah melarikan diri. Namun, 30 kantong narkoba dilaporkan ditemukan di lokasi.

Baca: Unjuk Rasa Warnai KTT APEC di Thailand, Demonstran Ditembaki Peluru Karet

"Kami melakukan pemeriksaan awal dan menemukan bahwa itu adalah ice," kata seorang pejabat militer setempat, setelah menggeledah tas-tas tersebut, seperti dikutip dari trt World.

Ice adalah nama jalan untuk metamfetamin, stimulan yang sangat adiktif yang sering diproduksi di Myanmar dan dikirim melalui Thailand dan Laos untuk diekspor ke seluruh Asia. Pihak berwenang di seluruh Asia Tenggara telah membuat rekor penyitaan meth dalam beberapa tahun terakhir.
(esn)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1903 seconds (11.210#12.26)