Hubungan Arab Saudi-AS Retak, Mohammed bin Salman dan Xi Jinping Makin Lengket

Senin, 05 Desember 2022 - 08:02 WIB
loading...
A A A
Sebagai tanda kekesalan dengan kritik AS terhadap catatan hak asasi manusia (HAM) Riyadh, Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan kepada majalah The Atlantic pada bulan Maret bahwa dia tidak peduli apakah Presiden AS Joe Biden salah paham tentang dia, dengan mengatakan Biden harus fokus pada kepentingan Amerika.

Dia juga menyarankan dalam sambutan yang disampaikan oleh kantor berita negara Saudi, SPA, pada bulan yang sama bahwa sementara Riyadh bertujuan untuk meningkatkan hubungannya dengan Washington, dia juga dapat memilih untuk mengurangi "kepentingan kami"—investasi Saudi—di Amerika Serikat.

Arab Saudi memperdalam hubungan ekonomi dengan China. Ia adalah pemasok minyak utama China, meskipun sesama produsen OPEC+; Rusia, telah meningkatkan pangsa pasar China dengan harga bahan bakar yang lebih rendah.

Beijing juga telah melobi penggunaan mata uang yuan dalam perdagangan, bukan dolar AS.

Riyadh sebelumnya mengancam akan menghentikan beberapa perdagangan minyak dengan dolar untuk menghadapi kemungkinan undang-undang AS yang mengekspos anggota OPEC ke tuntutan hukum antimonopoli.

Hubungan AS-Saudi di bawah pemerintahan Biden, yang sudah tegang karena masalah HAM dan perang Yaman di mana Riyadh memimpin koalisi militer Arab, semakin rusak karena perang Ukraina dan kebijakan minyak OPEC+.

Para diplomat di kawasan Timur Tengah mengatakan Xi akan mendapat sambutan mewah yang mirip dengan yang ditunjukkan Presiden Donald Trump ketika dia mengunjungi kerajaan itu pada 2017, dan berbeda dengan kunjungan canggung Biden pada Juli yang bertujuan untuk memperbaiki hubungan Washington dengan Riyadh.

Trump ditemui oleh Raja Salman di bandara di tengah keriuhan sambil meraih lebih dari USD100 miliar dalam kontrak untuk industri militer AS.

Biden, yang pernah bersumpah untuk menjadikan Riyadh "paria" atas pembunuhan Khashoggi, telah meremehkan pertemuannya dengan Pangeran Mohammed bin Salman, yang dia beri "tos tinju" alih-alih jabat tangan.

Para diplomat mengatakan kepada Reuters bahwa delegasi China diperkirakan akan menandatangani lusinan perjanjian dengan Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya yang mencakup energi, keamanan, dan investasi.

Pangeran Mohammed bin Salman fokus untuk menyampaikan rencana diversifikasi Visi 2030 untuk menyapih ekonomi dari minyak dengan menciptakan industri baru, termasuk manufaktur mobil dan senjata serta logistik, meskipun investasi asing langsung berjalan lambat.

Kerajaan itu berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur baru dan megaproyek di bidang pariwisata dan inisiatif seperti zona NEOM senilai USD500 miliar, anugerah bagi perusahaan konstruksi China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Walkot New York Mamdani...
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Rekomendasi
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved