Perang 10 Bulan di Ukraina, Rusia Kehilangan 286 Pesawat

Sabtu, 03 Desember 2022 - 14:13 WIB
loading...
Perang 10 Bulan di Ukraina, Rusia Kehilangan 286 Pesawat
Rusia dilaporkan kehilangan 286 pesawat selama perang 10 bulan di Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Rusia dilaporkan telah kehilangan 286 pesawat selama perangnya di Ukraina yang telah memasuki bulan ke-10.

Angka itu merupakan penghitungan situs pelacakan militer sumber terbuka Oryx yang berbasis di Belanda.

Hingga Jumat (2/12/2022), menurut Oryx, militer Kremlin telah kehilangan total 286 pesawat sejak invasi dimulai 24 Februari. Ratusan pesawat itu termasuk pesawat tempur, pesawat angkut, dan drone yang telah dihancurkan, dirusak, atau pun direbut.

Sebagai perbandingan, Oryx menghitung bahwa militer Ukraina telah kehilangan 129 pesawat dalam periode waktu yang sama.

Baca juga: Terungkap, Belasan Perusahaan Negara NATO Bantu Rudal Rusia Gempur Ukraina

Awal bulan lalu, Kementerian Pertahanan Inggris meramalkan bahwa Rusia kehilangan pesawatnya lebih cepat daripada yang bisa menggantikannya karena angkatan udaranya yang kurang terlatih.

Panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Ukraina, Valerii Zaluzhnyi, juga memperkirakan pada saat itu bahwa Rusia telah kehilangan 278 pesawat pada 3 November, dua kali lebih banyak dari apa yang hilang dari militer Rusia selama Perang Soviet-Afghanistan dari 1979 hingga 1989.

Oryx mencatat bahwa laporannya didasarkan pada aset udara yang hancur yang tersedia dalam bukti foto atau videografi atau pun pemberitahuan kematian pilot--yang berarti jumlah total pesawat yang hilang diperkirakan jauh lebih tinggi daripada total hitungan yang dilaporkan hingga Jumat.

Rusia diduga telah menghabiskan banyak stok peralatan militernya dibandingkan dengan Ukraina.

Oryx melaporkan bahwa sementara Ukraina telah kehilangan lebih dari 300 tank dan 200 kendaraan lapis baja dalam perang, Rusia telah kehilangan lebih dari 1.500 tank sejak menginvasi tetangga baratnya tersebut.

Tentara Kremlin sebagian besar telah kewalahan oleh pasukan Ukraina setelah salah menilai kemampuannya untuk merebut negara pecahan Soviet itu.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1842 seconds (11.97#12.26)