4 Negara Afrika yang Melestarikan Sunat Perempuan
Jum'at, 02 Desember 2022 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Infibulation adalah bentuk sunat perempuan yang paling parah digunakan di Somalia. Akibatnya perempuan di wilayah ini melaporkan peningkatan masalah kesehatan. Ini termasuk tukak kelamin, pendarahan yang berlebihan, masalah kencing dan kerusakan jaringan kelamin di sekitarnya.
Setelah sembuh, hubungan seksual yang menyakitkan, kehilangan anak, inkontinensia urin, hipersensitivitas genital dan pembentukan bekas luka keloid dapat terjadi.
2. Kenya
Sebagian besar anak perempuan telah disunat di Kenya. Di beberapa komunitas di Kenya, seperti Maasai dan Kisii, lebih dari 90 persen wanita disunat.
Saat ini, seseorang menghadapi konsekuensi hukum yang serius jika diketahui terlibat dalam FGM di Kenya. Selain itu, upaya besar telah dilakukan untuk mengekang praktik ini. Oleh karena itu, jumlah kasus sunat menurun drastis.
Baca: Khitan Bagi Perempuan Mencerahkan, Bagaimana Hukumnya?
Setelah sembuh, hubungan seksual yang menyakitkan, kehilangan anak, inkontinensia urin, hipersensitivitas genital dan pembentukan bekas luka keloid dapat terjadi.
2. Kenya
Sebagian besar anak perempuan telah disunat di Kenya. Di beberapa komunitas di Kenya, seperti Maasai dan Kisii, lebih dari 90 persen wanita disunat.
Saat ini, seseorang menghadapi konsekuensi hukum yang serius jika diketahui terlibat dalam FGM di Kenya. Selain itu, upaya besar telah dilakukan untuk mengekang praktik ini. Oleh karena itu, jumlah kasus sunat menurun drastis.
Baca: Khitan Bagi Perempuan Mencerahkan, Bagaimana Hukumnya?
Lihat Juga :