AS-Rusia Bahas Dugaan Moskow Bayar Taliban untuk Bunuh Tentara Washington

Kamis, 09 Juli 2020 - 18:00 WIB
loading...
AS-Rusia Bahas Dugaan...
Pejabat Rusia dan Amerika Serikat (AS) telah melakukan pertemuan untuk membahas tuduhan bahwa Rusia menawarkan hadiah untuk membunuh tentara AS di Afghanistan. Foto/Ist
A A A
WASHINGTON - Pejabat Rusia dan Amerika Serikat (AS) telah melakukan pertemuan untuk membahas tuduhan bahwa Rusia menawarkan hadiah untuk membunuh tentara AS di Afghanistan. Hal itu disampaikan Duta Besar Rusia di AS, Anatoly Antonov.

"Kami berhubungan erat dengan rekan-rekan AS kami dan kami tentu saja mendiskusikan semua masalah mengenai provokasi ini yang diterbitkan oleh beberapa media massa di Amerika Serikat", kata Antonov.

( Baca juga: Warga Amerika Percaya Rusia Bayar Taliban untuk Bunuh Tentara AS )

"Saya ingin sepenuhnya menolak semua tuduhan terhadap Rusia. Kami tidak tertarik dengan kemenangan terorisme di Afghanistan," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (9/7/2020).

Dia menambahkan bahwa Rusia selalu siap membantu AS dalam perang melawan terorisme di Afghanistan.

Sebelumnya, dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters/Ipsos, terungkap bahwa mayoritas warga AS percaya jika Rusia membayar Taliban untuk membunuh tentara Amerika dan menginginkan sanksi sebagai tanggapan.

Jajak pendapat nasional yang dilakukan pada hari Senin dan Selasa menunjukkan bahwa publik Amerika tetap sangat curiga terhadap Rusia empat tahun setelah berusaha memberi "sentuhan" pada pemilihan presiden AS yang menguntungkan Donald Trump, dan kebanyakan warga Amerika tidak senang dengan cara presiden menangani hubungan dengan negara tersebut.

( Baca juga: Dipicu Masalah Sepele, 3 Bersaudara Aniaya Tetangga hingga Tewas )

Jajak pendapat Reuters/Ipsos mengikuti serangkaian laporan, termasuk beberapa oleh Reuters, bahwa Rusia telah memberi penghargaan kepada militan yang berafiliasi dengan Taliban, mungkin dengan menawarkan kepada mereka hadiah, untuk menyerang dan membunuh pasukan AS di wilayah tersebut.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved