Warga Amerika Percaya Rusia Bayar Taliban untuk Bunuh Tentara AS
Rabu, 08 Juli 2020 - 21:33 WIB
loading...
Warga Amerika percaya jika Rusia membayar Taliban untuk membunuh tentara AS. Foto/Ilustrasi
A
A
A
WASHINGTON - Mayoritas warga Amerika Serikat (AS) percaya jika Rusia membayar Taliban untuk membunuh tentara Amerika dan menginginkan sanksi sebagai tanggapan. Demikian hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters/Ipsos
Jajak pendapat nasional yang dilakukan pada hari Senin dan Selasa menunjukkan bahwa publik Amerika tetap sangat curiga terhadap Rusia empat tahun setelah berusaha memberi "sentuhan" pada pemilihan presiden AS yang menguntungkan Donald Trump, dan kebanyakan warga Amerika tidak senang dengan cara presiden menangani hubungan dengan negara tersebut.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos mengikuti serangkaian laporan, termasuk beberapa oleh Reuters, bahwa Rusia telah memberi penghargaan kepada militan yang berafiliasi dengan Taliban, mungkin dengan menawarkan kepada mereka hadiah, untuk menyerang dan membunuh pasukan AS di wilayah tersebut. (Baca: NYT: Intel AS Sebut Rusia Perintahkan Pembunuhan Tentara Amerika di Afghanistan )
Moskow sendiri telah membantah tuduhan itu.
The New York Times dan Washington Post keduanya melaporkan bahwa beberapa tentara Amerika diyakini telah tewas sebagai akibat dari pemberian hadiah itu.
Trump pekan lalu mengatakan bahwa ia tidak diberitahu tentang upaya yang dilaporkan Rusia, karena para pejabat intelijen tidak yakin tentang kebenarannya. Namun The New York Times melaporkan bahwa presiden menerima briefing tertulis tentang program awal tahun ini, dan informasi itu juga dimasukkan dalam laporan CIA yang banyak dibaca pada bulan Mei. (Baca: Soal Rusia Buru Tentara AS di Afghanistan, Trump Mengaku Tidak Diberitahu )
Jajak pendapat nasional yang dilakukan pada hari Senin dan Selasa menunjukkan bahwa publik Amerika tetap sangat curiga terhadap Rusia empat tahun setelah berusaha memberi "sentuhan" pada pemilihan presiden AS yang menguntungkan Donald Trump, dan kebanyakan warga Amerika tidak senang dengan cara presiden menangani hubungan dengan negara tersebut.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos mengikuti serangkaian laporan, termasuk beberapa oleh Reuters, bahwa Rusia telah memberi penghargaan kepada militan yang berafiliasi dengan Taliban, mungkin dengan menawarkan kepada mereka hadiah, untuk menyerang dan membunuh pasukan AS di wilayah tersebut. (Baca: NYT: Intel AS Sebut Rusia Perintahkan Pembunuhan Tentara Amerika di Afghanistan )
Moskow sendiri telah membantah tuduhan itu.
The New York Times dan Washington Post keduanya melaporkan bahwa beberapa tentara Amerika diyakini telah tewas sebagai akibat dari pemberian hadiah itu.
Trump pekan lalu mengatakan bahwa ia tidak diberitahu tentang upaya yang dilaporkan Rusia, karena para pejabat intelijen tidak yakin tentang kebenarannya. Namun The New York Times melaporkan bahwa presiden menerima briefing tertulis tentang program awal tahun ini, dan informasi itu juga dimasukkan dalam laporan CIA yang banyak dibaca pada bulan Mei. (Baca: Soal Rusia Buru Tentara AS di Afghanistan, Trump Mengaku Tidak Diberitahu )
Lihat Juga :