Bom Bunuh Diri Hantam Mobil Polisi Pakistan Tewaskan 3 Orang

Rabu, 30 November 2022 - 17:13 WIB
loading...
Bom Bunuh Diri Hantam...
Bom bunuh diri menghantam mobil polisi Pakistan, menewaskan 3 orang. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
ISLAMABAD - Sebuah bom bunuh diri menghantam kendaraan polisi di kota Quetta, Pakistan barat daya. Menurut polisi, insiden itu menewaskan sedikitnya satu petugas polisi dan dua warga sipil serta melukai puluhan lainnya.

Wakil Inspektur Jenderal Polisi Quetta (DIG) Ghulam Azfar Mahesar mengatakan kepada wartawan bahwa kendaraan yang menjadi sasaran membawa personel keamanan yang dikerahkan untuk melindungi pekerja kampanye vaksinasi polio di ibu kota provinsi Balochistan, Pakistan.

Mahesar mengatakan insiden di distrik Buleli melukai sedikitnya 24 orang, 20 di antaranya adalah polisi. Dia menambahkan bahwa dua kendaraan lain juga rusak dalam serangan itu.

Javed Akhtar, seorang pejabat di rumah sakit pemerintah di Quetta, mengatakan bahwa seorang gadis berusia empat tahun dan seorang wanita termasuk di antara korban sipil.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengutuk ledakan itu. Ia mengungkapkan kesedihannya atas kematian warga sipil dan petugas polisi.

“Petugas polio menjalankan tugas mereka untuk memberantas penyakit ini tanpa mengkhawatirkan nyawa mereka. Mengakhiri polio sepenuhnya adalah salah satu prioritas utama pemerintah,” katanya seperti dilansir dari Al Jazeera, Rabu (30/11/2022).

Baca: Panglima Militer Pakistan Akui Campur Tangan Militer dalam Politik

Menteri Dalam Negeri Pakistan Rana Sanaullah juga mengeluarkan pernyataan, mengecam serangan itu dan meminta penyelidikan terperinci atas insiden tersebut.

Ketua Menteri Balochistan Abdul Quddus Bizenjo berjanji untuk melawan "tindakan pengecut".

"Semua yang terlibat dalam insiden ini dan fasilitatornya akan dibawa ke pengadilan," tegasnya.

Kelompok bersenjata Tehreek-e-Taliban (TTP) Pakistan, juga dikenal sebagai Taliban Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Klaim ini hanya berselang dua hari setelah mengumumkan diakhirinya gencatan senjata yang disepakati dengan pemerintah pada bulan Juni.

“Serangan ini dilakukan setelah pengumuman penghentian gencatan senjata, dan direncanakan sebagai balas dendam atas kematian Omar Khalid Khorasani. Serangan kami akan berlanjut,” kata kelompok itu.

Khorasani adalah pemimpin senior TTP yang tewas dalam ledakan bom mobil di Afghanistan pada Agustus lalu.

Baca: PM Pakistan Sangkal Terlibat dalam Upaya Pembunuhan Imran Khan

Awal bulan ini, kelompok itu juga menargetkan kendaraan polisi yang lain di kota Lakki Marwat provinsi barat laut Khyber Pakhtunkhwa, di mana enam personel polisi tewas.

Tim vaksinasi polio di Pakistan sering menjadi sasaran penyerang bersenjata. Selama dekade terakhir, hampir 100 orang yang terkait dengan kampanye imunisasi telah tewas di seluruh negeri.

Setidaknya ada lima serangan terhadap tim polio tahun ini, yang terakhir terjadi pada bulan Oktober, ketika penyerang tak dikenal menembak mati seorang polisi yang mengamankan petugas kesehatan vaksinasi polio di kota Pishin di Balochistan.

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya kasus polio di Pakistan, yang merupakan satu-satunya negara selain Afghanistan di mana penyakit neurodegeneratif yang melemahkan itu tetap endemik.

Pakistan melaporkan 20 kasus polio baru tahun ini – semuanya di provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Serangan Quetta juga terjadi saat tim kriket Inggris sedang melakukan tur ke Pakistan untuk memainkan seri uji coba pertama mereka dalam 17 tahun. Pertandingan pertama dari seri tiga tes akan dimulai pada hari Kamis di Rawalpindi.

Baca: Menteri Pakistan Tuduh Imran Khan Berupaya Menghasut Kekerasan

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
Islamabad dan Ilusi...
Islamabad dan Ilusi Diplomasi Perang Iran 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi...
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir
Rekomendasi
Atletik Indonesia Bersinar...
Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
Super Antusias, Audisi...
Super Antusias, Audisi Liga Bintang Juara Tangerang Diikuti Lebih 500 Siswa! Giliran Audisi Depok 23 & 24 Juni Ini
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Berita Terkini
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Infografis
Aksi Bom Bunuh Diri...
Aksi Bom Bunuh Diri Terjadi di Depan Gereja Katedral Makassar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved