Terlalu Banyak Pasok Senjata ke Ukraina, AS Khawatir Sulit Bantu Taiwan
Senin, 28 November 2022 - 14:37 WIB
loading...
A
A
A
Perusahaan pertahanan, termasuk Lockheed Martin Corp dan Boeing Co telah menunjukkan bahwa ada kemunduran produksi bahkan sebelum Rusia memulai invasinya ke Ukraina, sebagian karena masalah rantai pasokan akibat pandemi Covid-19.
Pada saat yang sama, lanjut laporan Wall Street Journal, baik Departemen Luar Negeri AS maupun Pentagon tidak mengakui backlog dalam hal pengiriman ke Taiwan.
The New York Times melaporkan pada hari Sabtu pekan lalu bahwa 20 puluh dari 30 anggota NATO telah kehabisan potensi mereka dalam hal pasokan senjata ke Ukraina.
Ketika Rusia memulai operasi militer khususnya di Ukraina pada bulan Februari, persediaan senjata dari banyak negara NATO hanya sekitar setengah dari yang seharusnya. Hal itu diungkap seorang pejabat NATO kepada New York Times.
Negara-negara Barat telah memberikan bantuan kemanusiaan, militer, dan keuangan kepada Kiev di tengah operasi Rusia.
Pada saat yang sama, lanjut laporan Wall Street Journal, baik Departemen Luar Negeri AS maupun Pentagon tidak mengakui backlog dalam hal pengiriman ke Taiwan.
The New York Times melaporkan pada hari Sabtu pekan lalu bahwa 20 puluh dari 30 anggota NATO telah kehabisan potensi mereka dalam hal pasokan senjata ke Ukraina.
Ketika Rusia memulai operasi militer khususnya di Ukraina pada bulan Februari, persediaan senjata dari banyak negara NATO hanya sekitar setengah dari yang seharusnya. Hal itu diungkap seorang pejabat NATO kepada New York Times.
Negara-negara Barat telah memberikan bantuan kemanusiaan, militer, dan keuangan kepada Kiev di tengah operasi Rusia.
Lihat Juga :