Anwar Ibrahim Dilantik Jadi PM Malaysia, Akhiri Penantian 24 Tahun
Kamis, 24 November 2022 - 17:50 WIB
loading...
A
A
A
Dia diangkat sebagai wakil perdana menteri di bawah pemerintahan Mahathir Mohammad yang memimpin UMNO pada tahun 1993, tetapi prospeknya meredup setelah dia dipenjara karena korupsi pada tahun 1999. Penahanannya memicu protes jalanan dan kelahiran partainya PKR, yang sekarang memimpin PH.
Anwar kembali dipenjara pada tahun 2015 karena sodomi, tetapi diberi pengampunan kerajaan dan dibebaskan pada Mei 2018 setelah PH memenangkan pemilihan umum tahun itu. Mahathir, yang telah meninggalkan UMNO dan bergandengan tangan dengan Anwar untuk mengamankan kemenangan PH, menjadi perdana menteri.
Ketua PKR kemudian secara luas diperkirakan akan naik ke tampuk kekuasaan sebagai bagian dari kesepakatan dalam PH baginya untuk mengambil alih sebagai perdana menteri dalam dua tahun dari Mahathir. Namun kemajuannya kembali digagalkan ketika pemerintahan PH runtuh pada Februari 2020 menyusul pembelotan.
Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yasin sama-sama mempertaruhkan klaim mereka setelah koalisi masing-masing memenangkan 81 dan 73 kursi dalam pemilihan umum hari Sabtu lalu, yang juga membuat Mahathir jatuh dari kekuasaan dalam kekalahan telak.
Sultan Abdullah turun tangan pada hari Selasa untuk mengemukakan gagasan tentang pemerintahan persatuan.
Keputusan Muhyiddin untuk menolak proposal tersebut, mengklaim dia memiliki mayoritas sederhana dengan dukungan dari pihak lain, terbukti fatal bagi harapannya.
Baca: BREAKING NEWS-Raja Malaysia Tunjuk Anwar Ibrahim Jadi PM Baru
Anwar kembali dipenjara pada tahun 2015 karena sodomi, tetapi diberi pengampunan kerajaan dan dibebaskan pada Mei 2018 setelah PH memenangkan pemilihan umum tahun itu. Mahathir, yang telah meninggalkan UMNO dan bergandengan tangan dengan Anwar untuk mengamankan kemenangan PH, menjadi perdana menteri.
Ketua PKR kemudian secara luas diperkirakan akan naik ke tampuk kekuasaan sebagai bagian dari kesepakatan dalam PH baginya untuk mengambil alih sebagai perdana menteri dalam dua tahun dari Mahathir. Namun kemajuannya kembali digagalkan ketika pemerintahan PH runtuh pada Februari 2020 menyusul pembelotan.
Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yasin sama-sama mempertaruhkan klaim mereka setelah koalisi masing-masing memenangkan 81 dan 73 kursi dalam pemilihan umum hari Sabtu lalu, yang juga membuat Mahathir jatuh dari kekuasaan dalam kekalahan telak.
Sultan Abdullah turun tangan pada hari Selasa untuk mengemukakan gagasan tentang pemerintahan persatuan.
Keputusan Muhyiddin untuk menolak proposal tersebut, mengklaim dia memiliki mayoritas sederhana dengan dukungan dari pihak lain, terbukti fatal bagi harapannya.
Baca: BREAKING NEWS-Raja Malaysia Tunjuk Anwar Ibrahim Jadi PM Baru
(ian)
Lihat Juga :