NYT Akui Keaslian Video Tawanan Perang Rusia Dieksekusi Tentara Ukraina

Senin, 21 November 2022 - 17:33 WIB
loading...
NYT Akui Keaslian Video...
Rekaman video menunjukkan tentara Rusia menyerah pada pasukan Ukraina. Foto/telegram
A A A
NEW YORK - New York Times (NYT) mengkonfirmasi keaslian video yang beredar secara online yang menunjukkan lebih dari 10 Tahanan Perang Rusia (PoW) yang dieksekusi tentara Ukraina.

Video itu difilmkan di desa Makeevka saat wilayah itu direbut kembali oleh pasukan Ukraina.

Dengan membandingkan video tersebut dengan citra satelit, The Times mengonfirmasi video tersebut telah direkam di satu rumah pertanian di desa tersebut.

Beberapa video tersebut merupakan bagian dari rangkaian empat video drone yang diedarkan pada 12 November oleh saluran Telegram pro-Ukraina yang melaporkan perebutan kembali Makeevka.

Baca juga: Jepang Tetap Bantu 19 Negara yang Tidak Turut Mengecam Rusia

The Times memverifikasi video udara lainnya baru-baru ini juga direkam di desa tersebut, menurut surat kabar itu pada Minggu (20/11/2022).

Ditekankan dalam laporan itu bahwa dalam video tentara Rusia terlihat terbaring mati, diposisikan seperti saat mereka menyerah.

"Sepertinya kebanyakan dari mereka ditembak di kepala," ujar Dr Rohini Haar, penasihat medis di Physicians for Human Rights, kepada surat kabar tersebut.

Baca juga: Kunjungi Filipina, AS Gerak Cepat Lawan Klaim Wilayah China

Dia menambahkan, "Ada genangan darah. Itu menunjukkan bahwa mereka dibiarkan mati begitu saja. Di sana tampaknya tidak ada upaya mengambil atau membantu mereka."

Ahli penuntutan kejahatan perang di Universitas Utrecht Iva Vukusic mengatakan kepada surat kabar itu bahwa sulit menentukan apakah kejahatan perang telah atau tidak dilakukan oleh Ukraina, berdasarkan bukti video.

Sementara itu, Dr Haar mengatakan bahwa ketika mereka menyerah, tentara Rusia telah berbaring, tampaknya tidak bersenjata.

“Mereka dianggap hors de combat, atau noncombatant, secara efektif tawanan perang,” papar penasihat medis itu menekankan.

Laporan itu mengatakan, “Video eksekusi menawarkan pandangan langka ke satu momen mengerikan di antara banyak momen dalam perang, tetapi tidak menunjukkan bagaimana atau mengapa tentara Rusia terbunuh."

Pada Jumat, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan militer Ukraina telah dengan sengaja membunuh lebih dari sepuluh prajurit Rusia yang ditangkap, menembak kepala mereka secara langsung.

Menurut Rusia, tindakan itu adalah kejahatan yang tidak dapat ditampilkan oleh siapa pun sebagai "pengecualian tragis".

Komite Investigasi Rusia membuka penyelidikan kriminal pada Jumat atas eksekusi tawanan perang Rusia oleh militer Ukraina.

Komite mengatakan penyelidik militer Rusia juga mengambil langkah-langkah mengidentifikasi orang-orang yang membuat rekaman eksekusi tersebut.

Juru Bicara PBB Farhan Haq mengatakan pada Jumat bahwa PBB menyerukan penyelidikan penuh atas semua pelanggaran hak asasi manusia yang dilaporkan dalam konteks lebih dari 10 tawanan perang Rusia yang dieksekusi secara brutal oleh pihak Ukraina.

Rusia telah mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tentang masalah perlakuan tidak manusiawi terhadap tawanan perang Rusia oleh Ukraina.

Dia meminta pejabat tinggi mengedarkannya sebagai dokumen resmi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Putin Puji Trump: Pemimpin...
Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi
Rekomendasi
Perjuangan Iran di Piala...
Perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 Sentuh Hati Infantino
Gugatan PMH Legalisir...
Gugatan PMH Legalisir Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi
Terjebak antara Cinta...
Terjebak antara Cinta Sejati dan Balas Budi dalam Microdrama Love Last Breath
Berita Terkini
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved