George Habash, Sosok Kristen Palestina yang Berani Menentang Penjajah Zionis Israel

Senin, 21 November 2022 - 14:51 WIB
loading...
A A A
Demi berkontribusi untuk membantu para korban kekerasan di Palestina, Habash berusaha mempersingkat masa studinya dan berangkat ke Lydda pada tahun 1948.

Di sana, ia bergabung dengan klinik medis dan berposisi sebagai asisten ahli bedah yang merawat warga sipil. Rata-rata pasiennya menderita luka parah akibat membela kota.

Bersama keluarganya, Habash diusir oleh tentara Zionis. Hebatnya, Habash tetap bersemangat melanjutkan studi medisnya di Beirut dan lulus pada tahun 1951. Setelahnya, Habash bergabung dengan kelompok penelitian di bidang histologi.

Di tengah kesibukannya, Habash sangat memikirkan perjuangan para pemuda Palestina dalam membela negaranya.

Berbagai tragedi yang merenggut nyawa masyarakat Palestina juga selalu mengganggu pikiran Habash.

Sampai akhirnya, ia memilih berusaha mengordinir demonstrasi jalanan oleh mahasiswa sehingga menyebabkan dirinya tertangkap beberapa kali.

Habash pergi ke Amman dari Beirut pada tahun 1952 dan mendirikan klinik medis, serta memberikan perawatan medis gratis kepada masyarakat.

Ia meninggal dunia di Amman karena menderita serangan jantung dan dimakamkan di kota tersebut.

(sya)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1503 seconds (10.55#12.26)