Ukraina Tolak Akui Eksekusi Brutal Lebih dari 10 Tawanan Perang Rusia

Senin, 21 November 2022 - 11:54 WIB
loading...
Ukraina Tolak Akui Eksekusi...
Ukraina menolak akui eksekusi brutal lebih dari 10 tawanan perang Rusia oleh tentara Kiev. Foto/Telegram via Russia Today
A A A
KIEV - Pemerintah Ukraina menolak untuk mengakui bahwa pasukannya telah mengeksekusi secara brutal lebih dari 10 tawanan perang Rusia .

Komisaris Parlemen Ukraina untuk Hak Asasi Manusia pada hari Minggu mengatakan yang terjadi adalah tentara Ukraina membela diri dengan melawan tentara Rusia yang berpura-pura menyerah.

Video yang beredar di media sosial Rusia pekan lalu menunjukkan sekitar 10 mayat prajurit Moskow dieksekusi pasukan Kievb dengan tembakan di kepala.

Baca juga: Viral, Ukraina Diduga Eksekusi 10 Tawanan Perang Rusia dengan Tembakan di Kepala

"Kutipan dari sebuah video menunjukkan bahwa Rusia menggunakan penangkapan bertahap...melakukan kejahatan perang dengan melepaskan tembakan ke Angkatan Bersenjata Ukraina," kata ombudsman Ukraina Dmytro Lubinets.

"Ini berarti para prajurit [yang dibunuh] tidak dapat dianggap sebagai tawanan perang," ujarnya.

"Mereka yang ingin menggunakan perlindungan hukum internasional untuk membunuh harus dihukum," imbuh dia, seperti dikutip AFP, Senin (21/11/2022).

Satu video yang beredar di media sosial menunjukkan para tentara Rusia tampaknya menyerahkan diri kepada beberapa personel militer Ukraina.

Para tentara Rusia terlihat berbaring di tanah di halaman belakang rumah yang dipenuhi puing-puing.

Video tiba-tiba terputus saat tembakan terdengar.

Rekaman video lainnya yang diambil dari atas menunjukkan tubuh sekitar selusin orang dikelilingi oleh noda darah.

Keaslian video itu belum bisa diverifikasi secara independen.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Jumat bahwa video tersebut menunjukkan pembunuhan yang disengaja dan metodis terhadap lebih dari 10 tentara Rusia yang ditahan.

Kementerian itu menyerukan penyelidikan atas kejahatan perang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengutuk penembakan tanpa ampun terhadap tahanan Rusia yang tidak bersenjata dan menuntut agar organisasi internasional mengutuk dan menyelidiki secara menyeluruh kejahatan yang mengejutkan tersebut.

Seorang juru bicara PBB mengatakan kepada AFP pada hari Jumat pekan lalu bahwa pihaknya mengetahui adanya video itu dan sedang menyelidikinya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Jemaah Umrah Perlu Tahu!...
Jemaah Umrah Perlu Tahu! Ini Waktu Masuk Hijr Ismail untuk Perempuan dan Laki-Laki
Rekomendasi
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
Sarwendah Buat Aduan...
Sarwendah Buat Aduan ke KPAI soal Nafkah Anak, Begini Tanggapan Ruben Onsu
KPK Ungkap Dugaan Intervensi...
KPK Ungkap Dugaan Intervensi BPK Pusat dalam Kasus Perubahan Opini Audit Pemkab Muara Enim
Berita Terkini
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved