Pemimpin Militer Barat dan Aktivis Ukraina: Ini Waktunya Perang Lawan Rusia, Bukan Berunding!

Senin, 21 November 2022 - 10:20 WIB
loading...
A A A
“Hanya ada segelintir orang yang menolak terlibat dalam perjuangan ini di Ukraina,” imbuh Risch. “Jadi, fokuslah pada mayoritas. Kami terikat untuk melakukan ini secara bipartisan. Kami bergandengan tangan dalam hal ini.”

Terlepas dari janji-janji tersebut, Ukraina telah menyatakan kekhawatiran bahwa Parlemen AS yang dipimpin oleh Partai Republik tidak akan memiliki keinginan untuk bantuan ekonomi jangka panjang kepada Kiev.

Gema global perang di Ukraina telah menjadi perhatian utama para pemimpin dari seluruh Eropa.

“Jika kami kalah di Ukraina, kami kehilangan Belarusia, kami kehilangan kredibilitas di seluruh dunia," kata kepala pertahanan Polandia Jenderal Rajmund Andrzejczak kepada Politico di konferensi tersebut.

"China mengamati konflik tersebut dengan cermat," ujar Andrzejczak. Menurutnya, karena Beijing adalah ancaman jangka panjang yang lebih serius, keberhasilan di Ukraina juga akan berdampak di Indo-Pasifik.

“Ini masalah sinkronisasi upaya kami,” katanya. “Jika kami tidak memenuhi misi pertama di Ukraina, kami tidak akan siap untuk misi nomor dua, yaitu China.”

Komentar sang jenderal menggarisbawahi bagaimana nada di Halifax berubah 180 kali dari tahun lalu. Kemudian, penarikan militer AS yang gagal dari Afghanistan, pemberontakan 6 Januari dan penumpukan militer Rusia di perbatasan Ukraina membuat sekutu transatlantik mempertanyakan kekuatan demokrasi Amerika dan komitmen global.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Perang Pecah, Ini Perbandingan...
Perang Pecah, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Thailand vs Kamboja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved