Pemimpin Militer Barat dan Aktivis Ukraina: Ini Waktunya Perang Lawan Rusia, Bukan Berunding!

Senin, 21 November 2022 - 10:20 WIB
loading...
Pemimpin Militer Barat...
Para pemimpin militer Barat dan aktivis demokrasi Ukraina menolak narasi yang menyerukan perundingan damai dengan Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina. Foto/Ukrainian Presidential Press Service via REUTERS
A A A
HALIFAX - Cara untuk melindungi demokrasi global saat ini adalah dengan senjata dan dukungan untuk pertempuran Ukraina melawan Rusia , bukan dengan perundingan.

Itulah pesan dari para diplomat, pejabat, serta pemimpin militer Amerika Serikat (AS) dan Barat di Forum Keamanan Internasional Halifax, sebuah konferensi keamanan nasional tahunan besar yang menyatukan para pendukung demokrasi dari seluruh dunia.

Pesan itu juga didukung para aktivis demokrasi Ukraina.

Dukungan untuk pertempuran itu muncul di hadapan narasi yang berkembang seputar perlunya negosiasi damai antara Ukraina dan Rusia.

"Demokrasi tanpa senjata adalah 'bla bla bla'," kata aktivis demokrasi yang juga mantan anggota Parlemen Ukraina Hanna Hopko pada hari Minggu, menyimpulkan suasana konferensi tiga hari tersebut.

Baca juga: Kepala Pentagon: Rusia Miliki Senjata Mengesankan, tapi....

Bahkan pemerintahan Joe Biden, yang memiliki para pemimpin senior yang tidak setuju di depan umum tentang kapan diplomasi harus dimulai, membuat salah satu kasus terkuat untuk bantuan berkelanjutan dan tanpa gangguan ke Kiev.

“Hasil perang di Ukraina akan membantu menentukan arah keamanan global di abad yang masih muda ini, dan kita di Amerika Utara tidak memiliki pilihan untuk mengabaikan yang satu ini,” kata Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dalam forum tersebut.

"Stabilitas dan kemakmuran di kedua sisi Atlantik dipertaruhkan," ujarnya, seperti dikutip Politico, Senin (21/11/2022).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Rayakan Hari Yahudi,...
Rayakan Hari Yahudi, Ribuan Pemukim Ilegal Israel Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Juergen Klopp Selangkah...
Juergen Klopp Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Jerman
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved