Rusia Sukses Uji Rudal Setan II yang Mampu Bawa 10 Hulu Ledak Nuklir

Minggu, 20 November 2022 - 00:46 WIB
loading...
Rusia Sukses Uji Rudal Setan II yang Mampu Bawa 10 Hulu Ledak Nuklir
Rusia berhasil uji coba rudal balistik antarbenua RS-28 Sarmat atau rudal Setan II. Misil ini mampu membawa 10 hulu ledak nuklir. Foto/TV Zvezda
A A A
MOSKOW - Rusia diam-diam telah menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-28 Sarmat atau misil Setan II yang mampu membawa 10 hulu ledak nuklir . Uji coba terbaru ini dinyatakan berhasil.

Tes senjata ini dilakukan hanya beberapa hari setelah Kremlin bersikeras bahwa penggunaan senjata nuklir di Ukraina tidak mungkin dilakukan.

Kolonel Jenderal Sergey Karakaev, komandan pasukan rudal strategis Rusia, seperti dikutip Telegraph, Sabtu (19/11/2022), mengatakan pada sebuah konferensi militer pada hari Jumat bahwa Rusia baru-baru ini berhasil menguji rudal Sarmat.

Baca juga: NATO-Ukraina Berselisih karena Kebohongan Zelensky soal Rudal Hantam Polandia

Presiden Vladimir Putin melalui tautan video menyaksikan misil Satan II terbang untuk pertama kalinya selama uji coba di Rusia utara pada bulan April lalu. Saat itu, dia mengatakan rudal balistik baru tersebut akan membuat musuh Rusia "berpikir dua kali" sebelum mengancamnya.

Setiap misil Satan II yang sangat besar mampu membawa setidaknya 10 hulu ledak nuklir serta umpan dan dapat menyerang target yang jauhnya ribuan mil di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Sumber-sumber pertahanan Rusia memuji kemampuan rudal tersebut untuk menghindari intersepsi.

Kolonel Jenderal Karakaev juga mengatakan pada hari Jumat bahwa pasukan rudal Rusia siap untuk menerima gelombang kedua dari rudal dengan peluncur hipersonik Avangard.

Saat ini hanya ada satu unit militer yang dilengkapi dengan senjata hipersonik, yang mampu membawa hulu ledak nuklir dengan kecepatan suara 20 kali lipat.

Laporan uji coba rudal baru datang hanya beberapa hari setelah juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak anggapan bahwa Rusia mengancam akan menggunakan senjata nuklir di Ukraina.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1599 seconds (10.55#12.26)