Demo Rusuh, Massa Bunuh Kepala Intelijen IRGC Iran
Sabtu, 19 November 2022 - 22:36 WIB
loading...
A
A
A
Amini adalah perempuan muda Kurdi Iran yang tewas pada 16 September setelah ditangkap polisi moral di Teheran atas tuduhan melanggar aturan wajib berjilbab. Kematian Amini inilah yang memicu demo yang nyaris tanpa berhenti hingga hari ini.
Kepemimpinan Iran di bawah Ayatollah Ali Khamenei menghadapi tantangan terbesarnya sejak Revolusi Islam 1979. Mereka telah menghadapi dua bulan demonstrasi kekerasan tak lama setelah kematian Amini.
Pihak berwenang telah menanggapi demo dengan tindakan keras, yang menurut kelompok Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Olso telah menewaskan sedikitnya 342 orang. Selain itu, setengah lusin demonstran sudah dijatuhi hukuman mati dan lebih dari 15.000 lainnya ditangkap.
Pada hari Sabtu, Hengaw, sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Norwegia yang memantau pelanggaran di wilayah Kurdi, mengatakan kepada AFP: "Pasukan represif pemerintah menembaki pengunjuk rasa di kota Divandarreh, menewaskan sedikitnya tiga warga sipil."
Menurut IHR, para pengunjuk rasa telah tewas di 22 dari 31 provinsi Iran. Itu termasuk 123 orang di Sistan-Balochistan dan 32 orang di provinsi asal Amini; Kurdistan.
Mayat Demonstran Disita
Protes berkecamuk sejak Jumat malam di kota Bukan di Kurdistan, di mana pasukan IRGC menembaki anggota keluarga yang berkabung atas seorang pengunjuk rasa yang terbunuh. Pasukan kemudian mengambil jasad demonstran tersebut dari rumah sakit sebelum menguburkannya di lokasi yang dirahasiakan.
Para aktivis menuduh pasukan keamanan melakukan penguburan rahasia para pengunjuk rasa yang telah mereka bunuh, untuk mencegah lebih banyak kekerasan berkobar di pemakaman mereka.
Kepemimpinan Iran di bawah Ayatollah Ali Khamenei menghadapi tantangan terbesarnya sejak Revolusi Islam 1979. Mereka telah menghadapi dua bulan demonstrasi kekerasan tak lama setelah kematian Amini.
Pihak berwenang telah menanggapi demo dengan tindakan keras, yang menurut kelompok Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Olso telah menewaskan sedikitnya 342 orang. Selain itu, setengah lusin demonstran sudah dijatuhi hukuman mati dan lebih dari 15.000 lainnya ditangkap.
Pada hari Sabtu, Hengaw, sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Norwegia yang memantau pelanggaran di wilayah Kurdi, mengatakan kepada AFP: "Pasukan represif pemerintah menembaki pengunjuk rasa di kota Divandarreh, menewaskan sedikitnya tiga warga sipil."
Menurut IHR, para pengunjuk rasa telah tewas di 22 dari 31 provinsi Iran. Itu termasuk 123 orang di Sistan-Balochistan dan 32 orang di provinsi asal Amini; Kurdistan.
Mayat Demonstran Disita
Protes berkecamuk sejak Jumat malam di kota Bukan di Kurdistan, di mana pasukan IRGC menembaki anggota keluarga yang berkabung atas seorang pengunjuk rasa yang terbunuh. Pasukan kemudian mengambil jasad demonstran tersebut dari rumah sakit sebelum menguburkannya di lokasi yang dirahasiakan.
Para aktivis menuduh pasukan keamanan melakukan penguburan rahasia para pengunjuk rasa yang telah mereka bunuh, untuk mencegah lebih banyak kekerasan berkobar di pemakaman mereka.
Lihat Juga :