Demo Rusuh, Massa Bunuh Kepala Intelijen IRGC Iran
Sabtu, 19 November 2022 - 22:36 WIB
loading...
A
A
A
“Tadi malam, setelah pasukan Korps Pengawal Revolusi Islam menyerang Rumah Sakit Shahid Gholi Pur di Bukan, mereka menyita tubuh Shahryar Mohammadi dan menguburkannya secara diam-diam,” kata Hengaw.
"Pasukan menembaki keluarganya dan menyebabkan luka-luka di sedikitnya lima orang," lanjut Hengaw.
Di tempat lain, ratusan pelayat terlihat berbaris pada hari Sabtu di sepanjang jalan dekat Mahabad di provinsi Azerbaijan Barat untuk pemakaman Kamal Ahmadpour, seorang pemuda yang ditembak mati oleh pasukan keamanan. Video ratusan pelayat itu telah diterbitkan oleh kelompok pemantau 1500tasvir.
"Pasukan Republik Islam Iran telah secara signifikan meningkatkan penggunaan senjata mematikan dalam serangan terhadap pengunjuk rasa dalam lima hari terakhir," kata Hengaw kepada AFP.
Kelompok hak asasi manusia itu mengatakan pasukan keamanan telah menewaskan sedikitnya 25 orang di Kurdistan sejak Selasa, ketika pengunjuk rasa memadati jalan pada peringatan penumpasan mematikan tahun 2019 yang dikenal sebagai "Bloody Aban" atau "November Berdarah".
“Dua puluh tiga orang tewas dengan tembakan langsung, satu dengan siksaan, dan satu dengan tusukan pisau,” kata Hengaw.
Surat kabar Iran yang dikelola pemerintah pada hari Sabtu melaporkan bahwa 14 personel keamanan telah tewas dalam tiga hari protes yang diadakan untuk menandai peringatan 15 November.
"Pasukan menembaki keluarganya dan menyebabkan luka-luka di sedikitnya lima orang," lanjut Hengaw.
Di tempat lain, ratusan pelayat terlihat berbaris pada hari Sabtu di sepanjang jalan dekat Mahabad di provinsi Azerbaijan Barat untuk pemakaman Kamal Ahmadpour, seorang pemuda yang ditembak mati oleh pasukan keamanan. Video ratusan pelayat itu telah diterbitkan oleh kelompok pemantau 1500tasvir.
"Pasukan Republik Islam Iran telah secara signifikan meningkatkan penggunaan senjata mematikan dalam serangan terhadap pengunjuk rasa dalam lima hari terakhir," kata Hengaw kepada AFP.
Kelompok hak asasi manusia itu mengatakan pasukan keamanan telah menewaskan sedikitnya 25 orang di Kurdistan sejak Selasa, ketika pengunjuk rasa memadati jalan pada peringatan penumpasan mematikan tahun 2019 yang dikenal sebagai "Bloody Aban" atau "November Berdarah".
“Dua puluh tiga orang tewas dengan tembakan langsung, satu dengan siksaan, dan satu dengan tusukan pisau,” kata Hengaw.
Surat kabar Iran yang dikelola pemerintah pada hari Sabtu melaporkan bahwa 14 personel keamanan telah tewas dalam tiga hari protes yang diadakan untuk menandai peringatan 15 November.
(min)
Lihat Juga :