Profil Hibatullah Akhundzada, Pemimpin Tertinggi Taliban Afghanistan

Kamis, 17 November 2022 - 15:02 WIB
loading...
A A A
Pada 1980-an, dia berpartisipasi dalam perlawanan Islam terhadap kampanye militer Soviet di Afghanistan, tetapi reputasinya lebih sebagai pemimpin agama daripada komandan militer. Lalu, Akhundzada bekerja sebagai kepala Pengadilan Syariah pada 1990-an.

Setelah pertama kali merebut kekuasaan pada 1990-an, Taliban memperkenalkan dan mendukung hukuman sesuai dengan interpretasi ketat mereka terhadap hukum Islam yang mana mereka mengeksekusi pembunuh dan pezina di depan umum dan mengamputasi anggota tubuh pencuri.

Akhundzada diketahui berusia 60-an tahun dan telah menjalani sebagian besar hidupnya di Afghanistan.

Menurut para ahli, dia mempertahankan hubungan dekat dengan apa yang disebut “Quetta Shura”, para pemimpin Taliban Afghanistan disebut berbasis di kota Quetta, Pakistan.

Sebagai Panglima tertinggi di kelompok tersebut, Hibatullah Akhundzada bertanggung jawab atas urusan politik, militer, dan agama.

Selain itu, Hibatullah Akhundzada mengawali karier sebagai pemimpin tersebut bermula ketika dia bergabung dengan Taliban pada tahun 1994, dan menjadi salah satu anggota. Setelah mereka menguasai Provinsi Farah pada tahun 1995, dia menjadi bagian dari polisi anti-kejahatan di sana.

Kemudian, dia menjadi kepala pengadilan militer Taliban di timur Provinsi Nangarhar dan kemudian menjadi wakil kepala Mahkamah Agung. Dia kemudian pindah ke Kandahar di mana dia menjadi instruktur di Madrasah Jihadi, sebuah seminari yang dipelihara oleh pemimpin dan pendiri Taliban Mohammed Omar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Garda Revolusi Iran...
Garda Revolusi Iran Sudah di Yaman, Siap Blokade Laut Merah
Rekomendasi
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
BTS Jadi Magnet di Final...
BTS Jadi Magnet di Final Piala Dunia 2026, Justin Bieber hingga Tom Cruise Datang Menyapa
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved