Orang-orang Rusia Mengolok-olok saat Rudal Ukraina Hantam Negara NATO
Kamis, 17 November 2022 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
"Kami telah melihat contoh seperti itu sebelumnya, termasuk Ukraina yang menyerang rumahnya sendiri dengan rudal anti-pesawat," katanya.
“Rudal jelajah Rusia adalah senjata berpemandu presisi, yang dirancang untuk digunakan dalam menghadapi lawan yang kuat dari peperangan elektronik dan sistem pertahanan udara musuh," paparnya.
“Hampir tidak mungkin untuk membuat mereka keluar jalur," sambung dia.
“Selain itu, jalur penerbangan mereka diperhitungkan sedemikian rupa untuk mencegah mereka memasuki wilayah tetangga."
“Oleh karena itu, pernyataan Polandia berasal dari ranah fiksi," lanjut dia, merujuk pada klaim awal Polandia bahwa misil itu ditembakkan oleh Rusia.
Diplomat Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy, mengatakan insiden di Polandia membutuhkan analisis fakta, bukan kesimpulan yang tergesa-gesa.
"Saya menyarankan semua orang untuk menganalisis fakta sebelum mengambil kesimpulan," katanya.
“Jelas, kerusakan dari serangan rudal langsung akan jauh lebih besar daripada di gambar,” imbuh dia.
Analis politik pro-Putin, Sergey Markov, yakin provokasi Polandia mungkin terjadi.
“Harus diingat bahwa Perang Dunia Kedua dimulai karena Polandia,” katanya. "Itu karena arogansi dan kepercayaan diri dari kepemimpinan Polandia. Dan karena Russophobia Polandia yang gila."
“Mereka kemudian mengganggu pembentukan koalisi anti-Hitler karena, karena kebencian terhadap Rusia, mereka tidak mengizinkan pasukan Tentara Merah melewati Polandia untuk mengalahkan Wehrmacht Hitler," paparnya.
“Orang Polandia kemudian berharap untuk berpawai di sepanjang Lapangan Merah di Moskow bersama di Wehrmacht."
“Mereka berharap bisa mengalahkan Jerman. Secara umum, para pemimpin Polandia adalah orang gila dan penghasut perang. Dan sekarang mereka dapat memicu Perang Dunia III lagi," katanya, seperti dikutip The Mirror, Kamis (17/11/2022).
“Rudal jelajah Rusia adalah senjata berpemandu presisi, yang dirancang untuk digunakan dalam menghadapi lawan yang kuat dari peperangan elektronik dan sistem pertahanan udara musuh," paparnya.
“Hampir tidak mungkin untuk membuat mereka keluar jalur," sambung dia.
“Selain itu, jalur penerbangan mereka diperhitungkan sedemikian rupa untuk mencegah mereka memasuki wilayah tetangga."
“Oleh karena itu, pernyataan Polandia berasal dari ranah fiksi," lanjut dia, merujuk pada klaim awal Polandia bahwa misil itu ditembakkan oleh Rusia.
Diplomat Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy, mengatakan insiden di Polandia membutuhkan analisis fakta, bukan kesimpulan yang tergesa-gesa.
"Saya menyarankan semua orang untuk menganalisis fakta sebelum mengambil kesimpulan," katanya.
“Jelas, kerusakan dari serangan rudal langsung akan jauh lebih besar daripada di gambar,” imbuh dia.
Analis politik pro-Putin, Sergey Markov, yakin provokasi Polandia mungkin terjadi.
“Harus diingat bahwa Perang Dunia Kedua dimulai karena Polandia,” katanya. "Itu karena arogansi dan kepercayaan diri dari kepemimpinan Polandia. Dan karena Russophobia Polandia yang gila."
“Mereka kemudian mengganggu pembentukan koalisi anti-Hitler karena, karena kebencian terhadap Rusia, mereka tidak mengizinkan pasukan Tentara Merah melewati Polandia untuk mengalahkan Wehrmacht Hitler," paparnya.
“Orang Polandia kemudian berharap untuk berpawai di sepanjang Lapangan Merah di Moskow bersama di Wehrmacht."
“Mereka berharap bisa mengalahkan Jerman. Secara umum, para pemimpin Polandia adalah orang gila dan penghasut perang. Dan sekarang mereka dapat memicu Perang Dunia III lagi," katanya, seperti dikutip The Mirror, Kamis (17/11/2022).
(min)
Lihat Juga :