5 Senjata Militer Rusia yang Bisa Memicu Kehancuran Dunia
Rabu, 16 November 2022 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Sayangnya, bom yang berukuran lebih kecil tidak selalu meledak, sehingga berpotensi menjadi ranjau dan mengancam keselamatan warga sipil. Pada konfliknya dengan Ukraina, Kremlin juga dituduh telah menggunakan bom cluster dan menargetkan warga sipil disana.
3. RS-24 Yar
Senjata militer Rusia yang bisa memicu kiamat berikutnya adalah RS-24 Yar. Dikutip dari laman Express UK, Senjata berupa rudal balistik antarbenua ini bisa diluncurkan dari jalan raya ataupun silo nuklir.
Dalam penggunaannya, rudal balistik ini bisa diluncurkan dengan sangat cepat. Hanya butuh waktu sekitar 7 menit saja guna mempersiapkan peluncurannya. Saat diluncurkan, RS-24 Yar dilengkapi kendaraan hipersonik Avangard yang membuatnya semakin mengerikan.
Baca: Menlu Rusia: Syarat Ukraina untuk Pembicaraan Damai Tidak Realistis
4. Rudal Balistik Antarbenua Sarmat
Tak hanya RS-24 Yar, Rusia juga memiliki rudal balistik antarbenua bernama Sarmat. Dikutip dari laman India, rudal ini ditujukan untuk menggantikan Voyevoda buatan Uni Soviet.
Menurut Kremlin, Sarmat mampu membawa muatan nuklir dan dirancang untuk menghindari sistem pertahanan anti-rudal. Dengan berat lebih dari 200 ton, rudal balistik antarbenua ini diklaim bisa mencapai target apapun di bumi.
3. RS-24 Yar
Senjata militer Rusia yang bisa memicu kiamat berikutnya adalah RS-24 Yar. Dikutip dari laman Express UK, Senjata berupa rudal balistik antarbenua ini bisa diluncurkan dari jalan raya ataupun silo nuklir.
Dalam penggunaannya, rudal balistik ini bisa diluncurkan dengan sangat cepat. Hanya butuh waktu sekitar 7 menit saja guna mempersiapkan peluncurannya. Saat diluncurkan, RS-24 Yar dilengkapi kendaraan hipersonik Avangard yang membuatnya semakin mengerikan.
Baca: Menlu Rusia: Syarat Ukraina untuk Pembicaraan Damai Tidak Realistis
4. Rudal Balistik Antarbenua Sarmat
Tak hanya RS-24 Yar, Rusia juga memiliki rudal balistik antarbenua bernama Sarmat. Dikutip dari laman India, rudal ini ditujukan untuk menggantikan Voyevoda buatan Uni Soviet.
Menurut Kremlin, Sarmat mampu membawa muatan nuklir dan dirancang untuk menghindari sistem pertahanan anti-rudal. Dengan berat lebih dari 200 ton, rudal balistik antarbenua ini diklaim bisa mencapai target apapun di bumi.
Lihat Juga :