Israel Marah Ukraina Dukung Penyelidikan PBB atas Pendudukan di Tepi Barat

Rabu, 16 November 2022 - 07:45 WIB
loading...
Israel Marah Ukraina...
Pemungutan suara Majelis Umum PBB pada draf resolusi yang mengakui Rusia harus bertanggung jawab atas reparasi di Ukraina pada 14 November 2022. Foto/Lokman Vural Elibol/Anadolu Agency
A A A
TEL AVIV - Israel marah setelah Ukraina memilih mendukung Resolusi untuk membuka penyelidikan internasional atas Pendudukan Israel yang berkepanjangan di Tepi Barat.

Israel segera memanggil duta besar Ukraina pada Selasa (15/11/2022) terkait masalah itu.

Resolusi yang disetujui di markas besar PBB di New York pekan lalu, meminta Mahkamah Internasional (ICJ) "segera" mempertimbangkan "pendudukan, penyelesaian, dan aneksasi Israel yang berkepanjangan atas wilayah Palestina", yang dikatakan melanggar hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

“Israel menyatakan ketidakpuasannya dengan keputusan Ukraina untuk mendukung Resolusi dalam percakapan dengan Duta Besar Yevgen Korniychuk,” ungkap pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel pada Selasa.

Baca juga: Polandia Gelar Rapat Keamanan Darurat setelah Serangan Rudal Dekat Ukraina

"Sudah diklarifikasi kepada Duta Besar bahwa perilaku ini tidak mencerminkan perilaku ramah," papar pernyataan Kemlu Israel.

Dalam pernyataan tentang pertemuan di Facebook, kedutaan Ukraina di Israel menulis, "Duta Besar menyatakan kekecewaannya terhadap posisi Israel, yang perwakilannya abstain selama pemungutan suara di Majelis Umum PBB tentang masalah pembayaran reparasi Rusia ke Ukraina."

Baca juga: Rusia Respons Seruan Macron untuk Pembicaraan Damai

Sementara pernyataan Israel mengatakan Duta Besar telah "dipanggil", Ukraina mengatakan pertemuan itu telah diatur sebelumnya, dan bukan panggilan.

Israel merebut Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur dalam perang Timur Tengah 1967. Wilayah itu diinginkan Palestina untuk Negara. Negosiasi yang disponsori Amerika Serikat (AS) terhenti pada tahun 2014.

Resolusi tersebut diadopsi oleh komite dekolonisasi PBB setelah pemungutan suara, dengan 98 negara memberikan suara mendukung, 17 menentang dan 52 abstain.

Pada pertemuan komite pada Kamis, wakil utusan AS untuk PBB, yang memberikan suara menentang Resolusi tersebut mengatakan, “Pendapat penasehat ICJ adalah kontra-produktif dan hanya akan membawa para pihak semakin jauh dari tujuan yang kita semua sepakati dari negosiasi solusi dua negara."

ICJ terakhir mempertimbangkan konflik pada tahun 2004, ketika memutuskan bahwa tembok pemisah Israel adalah ilegal. Israel membantah hal ini.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved