Polisi Turki: Wanita Suriah Menanam Bom Istiklal, Bekerja untuk Kurdi
Senin, 14 November 2022 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengutuk "serangan keji" di Istiklal.
"Mungkin salah jika kami mengatakan dengan pasti bahwa ini adalah teror, tetapi menurut tanda-tanda pertama ... ada bau teror di sana," ujar Erdogan dalam konferensi pers pada Minggu.
Wakil presiden Turki Fuat Oktay mengatakan, "Kami percaya bahwa itu adalah tindakan teroris yang dilakukan oleh seorang penyerang, yang kami anggap seorang wanita, yang meledakkan bom."
Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag menambahkan, "Seorang wanita telah duduk di salah satu bangku selama lebih dari 40 menit dan kemudian dia bangun."
"Satu atau dua menit kemudian, satu ledakan terjadi," papar dia kepada televisi A Haber.
“Ada dua kemungkina. Ada mekanisme yang ditempatkan di tas ini dan meledak, atau seseorang meledakkannya dari jarak jauh," ujar dia.
"Semua data tentang wanita ini saat ini sedang dalam pengawasan," ungkap dia.
Pengumuman Soylu tidak menambahkan detail apa pun tentang wanita itu.
Kota-kota Turki telah diserang oleh kelompok garis keras dan kelompok teror lain di masa lalu.
Jalan Istiklal terkena serangan bom sepanjang serangkaian teror 2015-2016 yang menargetkan Istanbul dan kota-kota lain, termasuk Ankara.
Pemboman itu sebagian besar disalahkan pada kelompok ISIS dan militan Kurdi yang dilarang, dan menewaskan hampir 500 orang dan melukai lebih dari 2.000 orang.
Ledakan hari Minggu terjadi tak lama setelah pukul 16:00 (1300 GMT) di jalan perbelanjaan yang terkenal.
Helikopter terbang di atas pusat kota setelah serangan itu. Polisi membentuk barisan keamanan besar untuk mencegah akses ke daerah tersebut karena takut akan ledakan kedua.
Gambar yang diposting di media sosial menunjukkan ledakan itu diikuti kobaran api dan langsung memicu kepanikan, dengan orang-orang berlarian ke segala arah.
Beberapa mayat terlihat tergeletak di tanah di dekatnya.
"Mungkin salah jika kami mengatakan dengan pasti bahwa ini adalah teror, tetapi menurut tanda-tanda pertama ... ada bau teror di sana," ujar Erdogan dalam konferensi pers pada Minggu.
Wakil presiden Turki Fuat Oktay mengatakan, "Kami percaya bahwa itu adalah tindakan teroris yang dilakukan oleh seorang penyerang, yang kami anggap seorang wanita, yang meledakkan bom."
Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag menambahkan, "Seorang wanita telah duduk di salah satu bangku selama lebih dari 40 menit dan kemudian dia bangun."
"Satu atau dua menit kemudian, satu ledakan terjadi," papar dia kepada televisi A Haber.
“Ada dua kemungkina. Ada mekanisme yang ditempatkan di tas ini dan meledak, atau seseorang meledakkannya dari jarak jauh," ujar dia.
"Semua data tentang wanita ini saat ini sedang dalam pengawasan," ungkap dia.
Pengumuman Soylu tidak menambahkan detail apa pun tentang wanita itu.
Kota-kota Turki telah diserang oleh kelompok garis keras dan kelompok teror lain di masa lalu.
Jalan Istiklal terkena serangan bom sepanjang serangkaian teror 2015-2016 yang menargetkan Istanbul dan kota-kota lain, termasuk Ankara.
Pemboman itu sebagian besar disalahkan pada kelompok ISIS dan militan Kurdi yang dilarang, dan menewaskan hampir 500 orang dan melukai lebih dari 2.000 orang.
Ledakan hari Minggu terjadi tak lama setelah pukul 16:00 (1300 GMT) di jalan perbelanjaan yang terkenal.
Helikopter terbang di atas pusat kota setelah serangan itu. Polisi membentuk barisan keamanan besar untuk mencegah akses ke daerah tersebut karena takut akan ledakan kedua.
Gambar yang diposting di media sosial menunjukkan ledakan itu diikuti kobaran api dan langsung memicu kepanikan, dengan orang-orang berlarian ke segala arah.
Beberapa mayat terlihat tergeletak di tanah di dekatnya.
Lihat Juga :