Pria AS Dijebloskan ke Penjara Arab Saudi saat Umrah di Makkah

Senin, 14 November 2022 - 12:35 WIB
loading...
Pria AS Dijebloskan...
Mohamad Salem, pria AS-Yaman, ditangkap dan dipenjara di Arab Saudi saat melakukan umrah di Masjidilharam, Makkah. Foto/Fox2
A A A
RIYADH - Seorang pria berkewargenagaraan Amerika Serikat (AS)-Yaman ditangkap dan dijebloskan ke penjara dengan keamanan maksimum di Arab Saudi saat menjalankan umrah di Masjidilharam, Makkah.

Mohamad Salem (63) ditahan sejak 1 November 2022 dan telah dipindahkan ke fasilitas penjara dengan keamanan maksimum yang biasanya digunakan untuk tahanan politik kelas atas dan tersangka teroris.

Salem adalah salah satu dari beberapa orang Amerika yang baru-baru ini berselisih dengan otoritas Arab Saudi.

Abdallah Moughni, juru bicara keluarganya dari negara bagian Michigan mengatakan pada hari Minggu bahwa Salem melakukan perjalanan ke Arab Saudi dengan dua putranya untuk menunaikan umrah.

Baca juga: Pulang dari AS, Pangeran Arab Saudi Dijebloskan ke Penjara

Saat mengantre, dia terlibat pertengkaran mulut dengan petugas keamanan yang memisahkan dia dari putra-putranya.

Belakangan, dua pria mendekatinya, mengatakan bahwa mereka berasal dari Libya dan menanyakan apa yang terjadi.

"Pada titik ini, Mohammad sangat marah, dia sangat marah. Dia berkata, 'Jika bukan karena Makkah dan Madinah, kami akan membakar negara ini sampai rata dengan tanah'," kata Moughni, seperti dikutip dari Fox2, Senin (14/11/2022).

Kedua pria itu ternyata agen Arab Saudi yang menyamar, dan Salem akhirnya ditangkap dan ditahan.

Kerabat Salem semakin mengkhawatirkan kondisinya sejak dia dipindahkan ke Penjara Pusat Dhahban, di mana kelompok hak asasi manusia (HAM) sebelumnya mendokumentasikan tuduhan penyiksaan menggunakan sengatan listrik dan cambuk.

Arab Saudi sering dikritik karena tidak mentoleransi perbedaan pendapat dan baru-baru ini menjadi sorotan karena hukuman penjara selama beberapa dekade yang dijatuhkan kepada sejumlah wanita yang men-tweet dan me-retweet posting-an yang mengkritik rezim Riyadh.

Minggu ini, Carly Morris, seorang wanita AS yang secara terbuka menuduh mantan suaminya dari Arab Saudi menjebak putri mereka di kerajaan di bawah apa yang disebut undang-undang perwalian, ditahan sebentar.

Bulan lalu, Saad Ibrahim Almadi, seorang warga negara AS berusia 72 tahun asal Arab Saudi, telah menerima hukuman penjara 16 tahun karena posting Twitter tentang beberapa topik termasuk perang di Yaman dan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tahun 2018.

Semua hukuman itu dijatuhkan beberapa minggu setelah Presiden AS Joe Biden mengesampingkan kecamannya di masa lalu terhadap catatan HAM Arab Saudi demi melakukan kunjungan ke kerajaan, meskipun ada kritik dari kelompok HAM dan orang-orang buangan Arab Saudi.

Itu adalah saat ketika AS sangat membutuhkan kerajaan untuk menjaga produksi minyak. Tetapi lobi pemerintahan Biden berakhir dengan tidak ada lagi minyak atau perbaikan apa pun dalam catatan HAM.

Para pembela HAM mengatakan upaya Biden untuk menenangkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman justru membuatnya pangeran Saudi itu berani.

Otoritas Arab Saudi secara ilegal memantau dan menyerang warganya di AS dan negara-negara Barat lainnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved