Erdogan: Bom yang Guncang Istiklal Istanbul Berbau Terorisme!

Senin, 14 November 2022 - 08:05 WIB
loading...
Erdogan: Bom yang Guncang...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebut bom yang mengguncang Jalan Istiklal, Istanbul, pada Minggu (13/11/2022), berbau terorisme. Foto/REUTERS/Kemal Aslan
A A A
ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan ledakan yang mengguncang area Jalan Istiklal yang sibuk di Istanbul pada hari Minggu adalah serangan bom yang "berbau terorisme". Enam orang tewas dan 53 lainnya terluka dalam peristiwa ini.

Ambulans bergegas ke tempat kejadian di Jalan Istiklal yang padat, yang dengan cepat ditutup oleh polisi.

Daerah itu, di distrik Beyoglu di kota terbesar Turki; Istanbul, seperti biasa ramai pada akhir pekan dengan pembeli, turis, dan keluarga.

Rekaman video yang diperoleh Reuters menunjukkan saat ledakan terjadi pada pukul 16.13, mengirimkan puing-puing ke udara dan meninggalkan beberapa orang tergeletak di tanah, sementara yang lain melarikan diri dari tempat kejadian dengan panik.

Baca juga: Bom Bunuh Diri Istanbul Tewaskan 6 Orang, Turki Duga Pelakunya Perempuan

"Upaya untuk mengalahkan Turki dan rakyat Turki melalui terorisme akan gagal hari ini seperti yang mereka lakukan kemarin dan besok," kata Erdogan pada konferensi pers di Istanbul.

"Orang-orang kami dapat yakin bahwa pelaku di balik serangan itu akan dihukum sebagaimana mestinya," katanya, seraya menambahkan bahwa informasi awal menunjukkan "seorang perempuan berperan" di dalamnya.

“Mungkin salah jika mengatakan dengan pasti bahwa ini adalah teror, tetapi perkembangan dan intelijen awal dari gubernur saya ini berbau terorisme,” lanjut Erdogan, seperti dikutip Reuters, Senin (14/11/2022).

Belum ada ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu. Tetapi Istanbul dan kota-kota Turki lainnya di masa lalu telah menjadi sasaran separatis Kurdi, militan Islam, dan kelompok lain, termasuk dalam serangkaian serangan pada tahun 2015 dan 2016.

Orang-orang 'Membeku'

Rekaman video Reuters menunjukkan orang-orang merawat para korban setelah ledakan, dan kemudian penyelidik dengan pakaian putih mengumpulkan bahan dari tempat kejadian, di mana potongan-potongan penanam beton berserakan di jalan.

“Ketika saya mendengar ledakan itu, saya ketakutan, orang-orang membeku, saling memandang. Kemudian orang-orang mulai melarikan diri. Apa lagi yang bisa Anda lakukan," kata Mehmet Akus (45), seorang pekerja di sebuah restoran di Istiklal.

“Kerabat saya menelepon saya, mereka tahu saya bekerja di Istiklal. Saya meyakinkan mereka,” katanya kepada Reuters.

Sebuah helikopter terbang di atas tempat kejadian dan sejumlah ambulans diparkir di dekat Lapangan Taksim. Bulan Sabit Merah Turki mengatakan darah sedang ditransfer ke rumah sakit terdekat.

Jika dikonfirmasi, itu akan menjadi ledakan bom besar pertama di Istanbul dalam beberapa tahun.

Pada Desember 2016, serangan bom kembar terjadi di luar stadion sepak bola Istanbul menewaskan 38 orang dan melukai 155 lainnya. Serangan ini diklaim oleh cabang militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Kecaman atas serangan dan ucapan belasungkawa untuk para korban mengalir dari beberapa negara termasuk Arab Saudi, Yunani, Mesir, Ukraina, Azerbaijan, dan Pakistan.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan di Twitter bahwa dia telah mengirimkan belasungkawa kepada para korban setelah "berita mengerikan" tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Malaysia, Turki dan...
Malaysia, Turki dan UEA Bersama 51 Negara Lainnya Dilaporkan Pasok Senjata ke Israel
Inilah Yildirimhan,...
Inilah Yildirimhan, Rudal Balistik Antarbenua Turki yang Diklaim Mampu Serang Daratan AS
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Prabowo dan Menlu Turkiye...
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertemu di Hambalang, Bahas Isu Palestina hingga Timur Tengah
Trump: Saya Terganggu...
Trump: Saya Terganggu dengan Netanyahu!
Rekomendasi
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Berita Terkini
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved