Dukung Aksi Unjuk Rasa, Rapper Iran Terancam Hukuman Mati

Sabtu, 12 November 2022 - 20:40 WIB
loading...
Dukung Aksi Unjuk Rasa,...
Dukung Aksi Unjuk Rasa, Rapper Iran Terancam Hukuman Mati. FOTO/Reuters
A A A
LONDON - Seorang rapper Kurdi, Saman Yasin, yang dipenjara di Iran karena mendukung pengunjuk rasa menghadapi hukuman mati, The Guardian melaporkan pada Jumat (11/11/2022).

Yasin adalah satu dari ribuan yang dapat dieksekusi ketika rezim menanggapi secara brutal demonstrasi yang pecah secara nasional pada bulan September setelah pembunuhan Mahsa Amini yang berusia 22 tahun di tangan Polisi Moral.

Baca: Pekan Depan, UE Akan Bahas Sanksi Baru untuk Iran

PBB mengatakan, setidaknya 14.000 orang telah ditangkap sejak protes dimulai, dengan ratusan tewas atau terluka oleh pasukan keamanan.

Yasin, seorang musisi dan artis terkenal di Iran, menghadapi eksekusi karena “memerangi Tuhan” dengan memposting pernyataan anti-rezim di media sosial.

Organisasi Hengaw untuk Hak Asasi Manusia memperingatkan bahwa orang-orang terkenal seperti Yasin dapat menghadapi hukuman yang tidak proporsional untuk membuat contoh dari mereka kepada orang-orang muda lainnya, menakut-nakuti pengunjuk rasa agar tunduk.

Baca: Iran Kembangkan Rudal Hipersonik, Mudah Tembus Iron Dome Israel

“Kami tahu pemerintah dengan mudah membunuh orang dan langsung menjatuhkan hukuman mati kepada para tahanan. Saman Yasin dalam bahaya serius dan kita harus menjadi suaranya,” ujar Soma Rostami dari Hengaw mengatakan kepada The Guardian.

Artis rap Iran lainnya, Toomaj Salehi, telah disiksa dalam tahanan, menurut keluarganya. Ia disiksa setelah dia merilis lagu-lagu protes dan rekaman muncul dari dia dan teman-temannya meneriakkan slogan-slogan anti-rezim di kota Isfahan. Penangkapannya telah menyebabkan reaksi yang signifikan di media sosial.

“Ketika kami mendengar tentang penangkapannya, kami hancur tetapi tidak dikalahkan. Kami saat ini berusaha melakukan apa yang kami bisa untuk melanjutkan apa yang dia perjuangkan dan mendesak para pemimpin komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban Republik Islam atas kejahatan mereka terhadap kemanusiaan, untuk membebaskan Toomaj dan semua orang Iran yang dipenjara dan disiksa setiap hari,” kata salah satu temannya.

Baca: Iran Mengaku Telah Membuat Rudal Balistik Hipersonik

“Kami tahu mereka ingin membuat kami lebih trauma dan menanamkan rasa takut dalam diri kami. Yang penting adalah rezim brutal Republik Islam menangkap kritik dan warga sipil tak berdosa dan melanggar hukum mereka sendiri,” lanjutnya.

“Bahkan jika pengacara datang ke pengadilan atas nama keluarga mereka, mereka juga berisiko ditangkap. Kami tidak memiliki informasi tentang kesehatannya, apa yang dituduhkan, atau bagaimana kondisi kesehatannya, dan kami sangat mengkhawatirkan hidupnya," tambahnya.

Javaid Rehman, pelapor khusus hak asasi manusia PBB untuk Iran, mengatakan, selama enam minggu terakhir, ribuan pria, wanita dan anak-anak – menurut beberapa laporan lebih dari 14.000 orang – telah ditangkap, termasuk pembela hak asasi manusia, pelajar, pengacara, jurnalis, dan aktivis masyarakat sipil.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Perselingkuhan Membuka...
Perselingkuhan Membuka Rahasia Kelam Seorang Polisi di Microdrama V+Short The Next Door Detective
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
Iran Serukan Hukuman...
Iran Serukan Hukuman Mati untuk PM Benjamin Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved