Tak Disangka, Kaleng Popcorn Ini Berisi Deposit Bitcoin Rp51,7 Triliun

Kamis, 10 November 2022 - 15:01 WIB
loading...
Tak Disangka, Kaleng...
Polisi AS, dalam penggerebekan rumah seorang hacker, menemukan kaleng popcorn berisi perangkat komputer yang memuat deposit Bitcoin senilai lebih dari Rp51,7 triliun. Foto/Departemen Kehakiman AS
A A A
WASHINGTON - Seorang peretas menyembunyikan perangkat komputer yang memuat deposit Bitcoin senilai sekitar USD3,3 miliar (lebih dari Rp51,7 triliun) di dalam kaleng popcorn.

Deposit Bitcoin sebesar itu merupakan hasil curiansatu dekade lalu dari sebuah pasar gelap online.

Mengutip The Mirror, Rabu (9/11/2022), temuan perangkat komputer berharga di dalam kaleng popcorn itu merupakan hasil penggerebekan polisi Amerika Serikat (AS) di rumah peretas bernama James Zhong (32). Temuan ini juga diumumkan Departemen Kehakiman AS pada Senin lalu.

Zhong, yang tinggal di Georgia, AS, mengaku bersalah pada sidang pengadilan Jumat pekan lalu karena melakukan penipuan kawat pada tahun 2012.

Baca juga: Sosok Emily Horne Wanita Nikahi 5 Pria, Ini Pengakuan Suami Pertama

Dia telah meretas lebih dari 50.000 Bitcoin senilai USD3,3 miliar, satu dekade lalu dari pasar gelap online Silk Road.

Dia sekarang menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara atas peretasan tersebut.

Polisi yang menggeledah kamar di rumah Zhong menemukan perangkat itu disembunyikan di brankas lantai bawah tanah dan di single-board computer yang disembunyikan di kaleng popcorn dan ditutupi selimut di kamar mandi.

JaksaAS, Damian Williams, mengatakan bahwa selama satu dekade, keberadaan sebagian besar Bitcoin yang hilang nilainya telah menggelembung menjadi sekitar USD3,3 miliar.

“Berkat pelacakan mata uang kripto yang canggih dan kerja polisi yang baik, penegak hukum menemukan dan memulihkan cache hasil kejahatan yang mengesankan ini,” kata Williams.

Mata uang digital Bitcoin sepenuhnya virtual dan berada di luar kendali pemerintah dan bank sentral, seperti versi uang tunai online.

Silk Road adalah pasar gelap online di mana pengguna dapat membeli dan menjual barang ilegal secara anonim--ini termasuk obat-obatan terlarang dan SIM palsu.

Pada tahun 2013, sebuah penggerebekan menemukan Ross Ulbricht yang saat itu berusia 29 tahun menjadi dalang dari operasi Silk Road dan dijatuhi dua hukuman seumur hidup karena perannya sebagai gembong yang menjalankan perusahaan kriminal.

Pengadilan AS telah menolak bandingnya atas pengadilan distrik yang menghukumnya melanggar Amandemen Keempat Konstitusi Amerika.

Menurut Ulbricht, surat perintah penggeledahan yang digunakan untuk mengumpulkan barang bukti dari laptopnya melanggar Amandemen Keempat.

Pengadilan menolak banding hacker terkenal itu setelah memutuskan bahwa surat perintah penggeledahan yang dikeluarkan untuk laptop, akun Facebook dan Google miliknya spesifik dan sesuai dengan konstitusi.

Dia awalnya dihukum karena konspirasi dan perdagangan narkoba. Ketika FBI menyita laptopnya, mereka mengamankan 30.000 Bitcoin—kira-kira senilai USD70 juta.

Di persidangannya Ulbricht mengaku menciptakan "Silk Road" tetapi membantah melakukan kesalahan. Dia menggunakan nama alias "Dread Pirate Roberts", nama yang merujuk pada cerita anak-anak The Princess Bride.

"Saya ingin memberdayakan orang untuk membuat pilihan dalam hidup mereka dan memiliki privasi dan anonimitas," katanya.

Namun, dia menyadari bahwa dia telah menghancurkan hidupnya dengan melanggar hukum.

"Saya berharap saya bisa kembali dan meyakinkan diri saya untuk mengambil jalan yang berbeda," katanya sebelum hakim menjatuhkan hukuman setelah sidang tiga jam.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved