Dengan Kecepatan Masa Perang, China Pimpin Perlombaan Vaksin Covid-19
Rabu, 08 Juli 2020 - 01:01 WIB
loading...
A
A
A
Lembaga yang dikontrol negara telah menyelesaikan pembangungan dua pabrik vaksin hanya dalam dua bulan. Perusahaan milik negara dan militer juga mengizinkan tes vaksin pada pegawai dan tentara.
Unit riset medis Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) juga bekerja sama dengan perusahaan swasta termasuk CanSino untuk mengembangkan vaksin Covid-19.
China saat ini berada di balik delapan dari 19 calon vaksin yang sedang dalam tes manusia. Calon vaksin Sinovac dan CanSino menjadi salah satu yang terdepan. China juga fokus pada teknologi vaksin yang sejak lama digunakan untuk membuat vaksin untuk influenza dan campak, sehingga peluang kesuksesannya lebih besar.
Adapun beberapa pesaing dari Barat, seperti Moderna (Amerika Serikat), dan CureVac dan BioNTech dari Jerman menggunakan teknologi baru yang disebut messenger RNA yang belum pernah memiliki produk yang disetujui regulator. (Lihat Infografis: 8 Kegiatan yang Bisa Dilakukan untuk Menghilangkan Stres)
“Ini strategi yang sudah pernah dicoba dan benar. Jika saya harus memilih vaksin yang paling aman dan efektif, saya pilih itu,” kata Paul Offit, direktur Pusat Pendidikan Vaksin di Rumah Sakit Anak Philadelphia, yang lebih memilih teknologi vaksin yang dipakai China. (Lihat Video: Nekat Tiktokan di Jembatan Suramadu, Tiga Emak-emak Berurusan dengan Polisi)
Unit riset medis Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) juga bekerja sama dengan perusahaan swasta termasuk CanSino untuk mengembangkan vaksin Covid-19.
China saat ini berada di balik delapan dari 19 calon vaksin yang sedang dalam tes manusia. Calon vaksin Sinovac dan CanSino menjadi salah satu yang terdepan. China juga fokus pada teknologi vaksin yang sejak lama digunakan untuk membuat vaksin untuk influenza dan campak, sehingga peluang kesuksesannya lebih besar.
Adapun beberapa pesaing dari Barat, seperti Moderna (Amerika Serikat), dan CureVac dan BioNTech dari Jerman menggunakan teknologi baru yang disebut messenger RNA yang belum pernah memiliki produk yang disetujui regulator. (Lihat Infografis: 8 Kegiatan yang Bisa Dilakukan untuk Menghilangkan Stres)
“Ini strategi yang sudah pernah dicoba dan benar. Jika saya harus memilih vaksin yang paling aman dan efektif, saya pilih itu,” kata Paul Offit, direktur Pusat Pendidikan Vaksin di Rumah Sakit Anak Philadelphia, yang lebih memilih teknologi vaksin yang dipakai China. (Lihat Video: Nekat Tiktokan di Jembatan Suramadu, Tiga Emak-emak Berurusan dengan Polisi)
(sya)
Lihat Juga :