300 Personelnya Tewas, Unit Elit Marinir Rusia Kecam Keputusan Komandan

Rabu, 09 November 2022 - 08:12 WIB
loading...
300 Personelnya Tewas,...
300 Personelnya Tewas, Unit Elit Marinir Rusia Kecam Keputusan Komandan. FOTO/TASS
A A A
MOSKOW - Sebuah unit elit infanteri Angkatan Laut Rusia mengecam pengambilan keputusan oleh atasan mereka setelah menderita kerugian besar dalam apa yang disebut anggotanya sebagai serangan "membingungkan" di sebuah desa Ukraina timur.

Pasukan Rusia melancarkan serangan ke garnisun Ukraina di Pavlivka barat daya Donetsk pada 2 November untuk menguasai rute pasokan utama, kata militer Ukraina dan pejabat pro-Rusia.

Baca: Ukraina: Rusia Sekarang Hanya Memiliki 120 Rudal Balistik Iskander

Empat hari kemudian, Brigade Infanteri Angkatan Laut Pengawal ke-155 menyalahkan para pemimpin militernya atas hilangnya 300 orang. Kecaman itu tertuang dalam sebuah surat kepada gubernur daerah asal mereka di Timur Jauh.

“Kami dilemparkan ke dalam serangan yang membingungkan,” bunyi isi surat itu dikutip oleh blogger pro-perang, Anastasia Kashevarova dan saluran Telegram Gray Zone.

Seperti dilaporkan Moscow Times, Selasa (8/11/2022), koresponden perang media negara, Alexander Sladkov juga mengungkapkan keberadaan surat itu tanpa mengutipnya secara langsung.

Marinir dari kota wilayah Primorye, Vladivostok, menuduh komandan mereka dan kepala Distrik Militer Timur Rusia memaksa pasukan maju ke Pavlivka, terlepas dari kelemahan strategis mereka. Itu semua dilakukan “demi laporan dan penghargaan mereka.”

Baca: Rusia Isyaratkan Bakal Uji Rudal Antarbenua Sarmat yang Mampu Bawa Nuklir

"Kami kehilangan sekitar 300 orang tewas, terluka dan hilang dalam empat hari sebagai akibat dari serangan yang direncanakan dengan hati-hati oleh para komandan besar," kata surat itu.

Analis militer Rob Lee, mengutip koresponden perang Rusia Alexei Sukonkin, mengatakan bahwa 63 anggota brigade telah tewas dalam dua hari, lebih banyak prajurit infanteri Angkatan Laut Rusia tewas daripada selama seluruh perang Chechnya pertama pada pertengahan 1990-an.

“Komando distrik bersama (komandan brigade) menyembunyikan ini karena takut pertanggungjawaban,” kata surat yang diedarkan akhir pekan lalu. “Mereka tidak peduli tentang apa pun selain pamer. Mereka menyebut orang daging (umpan meriam),” lanjutnya.

Menuduh para pemimpin mereka menikmati perlindungan dari Kepala Staf Umum Valery Gerasimov, penulis surat itu meminta Gubernur wilayah Primorye Oleg Kozhemyako untuk mengirim komisi independen untuk memeriksa kelayakan kampanye di Pavlivka.

Baca: Berapa Banyak Senjata Nuklir yang Dimiliki Rusia Hingga 2022?

Kozhemyako pada hari Senin memerintahkan penyelidikan pengaduan untuk kemungkinan "disinformasi" dari Dinas Intelijen Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia mengeluarkan pernyataan Senin malam yang menyangkal klaim brigade tersebut, dengan mengatakan kerugiannya tidak melebihi 1% dari mereka yang tewas dan 7% terluka.

Lebih lanjut diklaim bahwa pasukan Ukraina menderita antara 7 hingga 9 kali kerugian dibandingkan dengan Brigade ke-115. Kementerian juga menyatakan bahwa unit elit telah “efektif” dalam merebut 5 kilometer tanah dalam 10 hari dan akan terus “sampai tugas tempur selesai sepenuhnya.”
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved