3 Perang Terbesar yang Dialami Rusia Sepanjang Sejarah, Terakhir Kalahkan Napoleon Bonaparte

Selasa, 01 November 2022 - 19:01 WIB
loading...
3 Perang Terbesar yang...
Lukisan Napoleon’s Retreat from Moscow karya Adolph Northern menggambarkan saat Napoleon mundur dari Rusia. Foto/notevenpast.org
A A A
MOSKOW - Rusia dalam sejarahnya memang telah melalui beberapa peperangan besar hingga konflik. Sedikitnya tercatat tiga perang besar yang melibatkan negara itu.

Mungkin perang saudara ketika bubarnya Uni Soviet dan perang dingin menjadi yang paling ikonik di Rusia.

Namun bila dilihat lebih jauh, Rusia rupanya memiliki beberapa perang besar yang bersejarah dengan banyak korban berjatuhan.

Berikut 3 perang terbesar yang dialami Rusia sepanjang sejarah:

1. Perang Besar Utara

Dikutip dari laman rbth.com, perang ini menjadi salah satu yang paling penting dalam sejarah Rusia. Perang ini terjadi sejak tahun 1700 hingga 1721.

Selama beberapa tahun Rusia mencoba merebut wilayah Livonia dan Estonia serta mengamankan akses ke Laut Baltik. Untuk mewujudkannya mereka perlu mengalahkan hegemoni Eropa Timur yang dipimpin Kerajaan Swedia.

Kala itu Rusia dibantu Aliansi Utara, sayangnya aliansi itu mampu dikalahkan Swedia dan tinggal menyisakan Rusia.

Akhirnya pertempuran yang diberi nama Pertempuran Poltava ini mampu dimenangkan Rusia pada tahun 1709.

2. Perang Rusia dengan Turki Ottoman

Peperangan melawan Kekaisaran Ottoman ini mungkin yang paling populer ialah dimana berlangsungnya Pertempuran Kagul tahun 1770.

Dalam salah satu pertempuran terbesar di abad ke-18 itu tentara Rusia yang berjumlah hampir 40.000 orang di bawah komando Pyotr Rumyantsev mengalahkan tentara Ottoman (Utsmaniyah) yang berjumlah 150.000 orang.

Kemenangan gemilang tidak hanya terjadi di darat, tetapi juga di laut. Selama Pertempuran laut Chesma pada tahun 1770, sebagian besar armada Ottoman hancur.

Perang ini juga yang memicu keruntuhan dari salah satu kekaisaran terbesar di dunia kala itu.

Kehancuran ini membuat Rusia menguasai beberapa wilayah dari Turki Ottoman, salah satunya adalah wilayah Crimea.

3. Invasi ke Prancis

Kekalahan Rusia atas Prancis yang dipimpin Napoleon pada tahun 1087 membuat Negara Beruang Merah mengalami banyak kerugian karena beberapa persyaratan yang diberikan.

Karena itu pasukan Rusia mencoba memberontak. Perang tak terelakkan, dan terjadi pada tahun 1812 dengan invasi Grande Armee.

Napoleon mencoba mempertahankan kedudukannya di Moskow, dan menunggu pernyataan menyerah dari Rusia.

Namun, setelah satu bulan menunggu, pernyataan menyerah itu tidak kunjung datang dan musim dingin pun tiba.

Hawa dingin menusuk, ditambah dengan semakin menipisnya perbekalan, akhirnya memaksa Napoleon memerintahkan pasukannya yang kelaparan untuk mundur dari Moskow.

Kekalahan Perancis ini lantas membuat Napoleon harus lengser dari kursi kekaisaran. Kejadian ini lantas mengangkat posisi Rusia di mata dunia yang telah mengalahkan ahli strategi yang tak terkalahkan selama lebih dari satu dekade.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Nah, Israel Tangkap...
Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran
Rekomendasi
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Berita Terkini
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved