Rusia Tangguhkan Kesepakatan Gandum dengan Ukraina
Minggu, 30 Oktober 2022 - 11:21 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sebuah pidato di televisi, Dmitry Patrushev mengatakan, Moskow siap untuk menyediakan hingga 500.000 ton biji-bijian ke negara-negara termiskin secara gratis dalam empat bulan ke depan dengan bantuan Turki.
Deklarasi ini datang satu hari setelah Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak Rusia dan Ukraina untuk memperbarui kesepakatan ekspor biji-bijian, yang dijadwalkan berakhir pada 19 November. Guterres juga mendesak negara-negara lain, terutama di Barat, untuk mempercepat penghapusan hambatan yang menghalangi ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia.
Pejabat PBB telah menghubungi pihak berwenang Rusia terkait pengumuman penangguhan itu.
"Sangat penting bahwa semua pihak menahan diri dari tindakan apa pun yang akan membahayakan Inisiatif Gandum Laut Hitam, yang merupakan upaya kemanusiaan kritis yang jelas memiliki dampak positif pada akses ke makanan bagi jutaan orang," kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric.
Langkah Rusia itu juga mendapat tanggapan dari Presiden Ukraina Volodymr Zelensky, yang menyebut langkah Moskow itu telah diprediksi sebelumnya. Dia menuduh Moskow “memblokir” kapal-kapal yang membawa gandum sejak September. Saat ini, kata dia, 176 kapal dicadangkan di laut, membawa lebih dari 2 juta ton makanan.
Baca: Rusia Ungkap Data Penting Terbaru dalam Mobilisasi Tentara Cadangan
“Ini adalah upaya transparan Rusia untuk kembali ke ancaman kelaparan skala besar di Afrika dan Asia,” kata Zelensky pada hari Sabtu dalam pidato video malamnya. Dia menyerukan tanggapan keras terhadap Rusia dari badan-badan internasional seperti PBB dan G-20.
Deklarasi ini datang satu hari setelah Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak Rusia dan Ukraina untuk memperbarui kesepakatan ekspor biji-bijian, yang dijadwalkan berakhir pada 19 November. Guterres juga mendesak negara-negara lain, terutama di Barat, untuk mempercepat penghapusan hambatan yang menghalangi ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia.
Pejabat PBB telah menghubungi pihak berwenang Rusia terkait pengumuman penangguhan itu.
"Sangat penting bahwa semua pihak menahan diri dari tindakan apa pun yang akan membahayakan Inisiatif Gandum Laut Hitam, yang merupakan upaya kemanusiaan kritis yang jelas memiliki dampak positif pada akses ke makanan bagi jutaan orang," kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric.
Langkah Rusia itu juga mendapat tanggapan dari Presiden Ukraina Volodymr Zelensky, yang menyebut langkah Moskow itu telah diprediksi sebelumnya. Dia menuduh Moskow “memblokir” kapal-kapal yang membawa gandum sejak September. Saat ini, kata dia, 176 kapal dicadangkan di laut, membawa lebih dari 2 juta ton makanan.
Baca: Rusia Ungkap Data Penting Terbaru dalam Mobilisasi Tentara Cadangan
“Ini adalah upaya transparan Rusia untuk kembali ke ancaman kelaparan skala besar di Afrika dan Asia,” kata Zelensky pada hari Sabtu dalam pidato video malamnya. Dia menyerukan tanggapan keras terhadap Rusia dari badan-badan internasional seperti PBB dan G-20.
Lihat Juga :