Apakah Rusia Ingin Mengebom Nuklir Ukraina? Ini Jawaban Vladimir Putin

Sabtu, 29 Oktober 2022 - 16:33 WIB
loading...
Apakah Rusia Ingin Mengebom...
Presiden Vladimir Putin menegaskan Rusia tidak memiliki niat menggunakan senjata nuklir dalam operasi militernya di Ukraina. Foto/Sputnik/Sergey Guneev/Pool via REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin angkat bicara setelah negara-negara Barat menyuarakan kecemasannya bahwa Rusia berpotensi menggunakan senjata nuklir dalam perangnya di Ukraina.

Putin menegaskan negaranya tidak berniat menggunakan senjata pemusnah massal itu dan menyebut Barat telah membangkitkan ketakutan tentang senjata atom untuk mencoba membuat seluruh dunia menentang Moskow.

Dalam pidato kebijakan luar negeri utama di Moskow, Putin berusaha untuk menggalang dunia non-Barat untuk tujuannya, menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Eropa mengejar hegemoni global menyiapkan dekade paling berbahaya sejak Perang Dunia II.

Rusia sedang menggelar latihan militer yang melibatkan kemampuan pasukan nuklirnya di tengah perangnya di Ukraina. Tetapi Putin mengatakan dia tidak berniat untuk menggunakan senjata nuklir di Ukraina, dengan mengeklaim bahwa itu tidak masuk akal secara militer atau politik untuk melakukannya.

Baca juga: Bom Nuklir Gravitasi AS Bakal Jadi Senjata NATO, Lebih Dahsyat dari Bom Hiroshima

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan latihan nuklir tahunan "Grom" Rusia tampaknya tidak dimaksudkan untuk menyembunyikan penyebaran senjata nuklir yang sesungguhnya.

"Kami belum melihat apa pun yang membuat kami percaya, pada titik ini, bahwa ini adalah semacam aktivitas penyamaran," kata Austin.

Putin telah berulang kali mengancam Ukraina dan Barat dengan konsekuensi bencana untuk setiap serangan eskalasi di wilayah Rusia, yang sekarang mencakup empat wilayah baru yang dianeksasi dari Ukraina.

Itu telah ditafsirkan Barat sebagai ancaman terselubung untuk menggunakan senjata nuklir dengan dalih untuk membela diri, terutama karena Rusia dianggap kewalahan menghadapi serangan balasan pasukan Ukraina baru-baru ini.

Namun dalam sambutannya di Valdai Discussion Club, sebuah think tank Moskow, Putin mengatakan, "Peringatan Barat tentang potensi serangan nuklir Rusia adalah upaya untuk mendorong dan meyakinkan teman-teman kita atau negara-negara netral bahwa mereka harus bersama-sama melawan Rusia.”

“Kami tidak pernah mengatakan apa pun secara proaktif tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir oleh Rusia. Kami hanya memberi isyarat sebagai tanggapan atas pernyataan yang dibuat oleh para pemimpin Barat,” kata Putin.

“Ketika senjata nuklir ada, selalu ada bahaya penggunaannya. Provokasi dengan penggunaan senjata nuklir digunakan untuk berdampak pada sekutu kita, teman-teman kita, dan negara-negara netral.”

Putin menggunakan pidatonya, yang jelas ditujukan ke Asia, Afrika, Timur Tengah dan Amerika Latin, untuk menuduh Barat bertujuan untuk "hegemoni dunia".

“Permainan berbahaya, kotor dan berdarah Barat telah melepaskan salah satu dekade yang paling penting, berbahaya dan tidak dapat diprediksi sejak Perang Dunia Kedua," katanya.

“Ini [Barat] menentang kedaulatan rakyat dan bangsa, identitas dan keunikan mereka, dan tidak memperhatikan kepentingan negara lain apa pun,” kata Putin.

"Tetapi Barat tidak mampu memerintah secara sepihak...betapapun ia mencoba melakukan itu," imbuh Putin seperti dikutip Financial Review, Sabtu (29/10/2022).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved