Pentagon: Ancaman Akut dari Rusia, tetapi China Tantangan Utama

Jum'at, 28 Oktober 2022 - 09:43 WIB
loading...
Pentagon: Ancaman Akut...
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping mengunjungi Kremlin setelah pembicaraan mereka di Moskow, Rusia, 5 Juni 2019. Foto/Sputnik/Alexei Druzhinin/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Invasi Rusia ke Ukraina menyoroti "ancaman akut" yang ditimbulkan Moskow, tetapi China adalah tantangan paling konsekuensial bagi Amerika Serikat (AS).

Pentagon mengungkapkan hal itu dalam strategi keseluruhan militer AS yang dirilis pada Kamis (27/10/2022).

Pentagon juga menjelaskan di tengah pembicaraan Rusia tentang penggunaan senjata nuklir dalam perang Ukraina bahwa Amerika Serikat menjadikan persenjataan nuklirnya untuk mencegah "semua bentuk serangan strategis," termasuk yang melibatkan senjata konvensional.

“China menghadirkan tantangan yang paling konsekuensial dan sistemik, sementara Rusia menimbulkan ancaman akut, baik untuk kepentingan nasional AS yang vital di luar negeri maupun di dalam negeri,” papar versi Strategi Pertahanan Nasional AS yang tidak dirahasiakan.

Baca juga: 6 Poin Penting Pidato Putin di Valdai: Tak Ada yang Duduk di Luar Saat Badai Datang

“Tantangan paling komprehensif dan serius terhadap keamanan nasional AS adalah upaya paksa (China) dan semakin agresif untuk membentuk kembali kawasan Indo-Pasifik dan sistem internasional agar sesuai dengan kepentingan dan preferensi otoriternya,” ungkap dokumen itu.

Strategi tersebut menyoroti retorika China atas Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri, sebagai faktor destabilisasi yang berisiko salah perhitungan dan mengancam perdamaian di daerah tersebut.

Beijing telah berjanji untuk mengambil kendali Taiwan, dengan paksa jika perlu.

Baca juga: Ukraina Kerahkan Pasukan Dekat Perbatasan Belarusia

Adapun Rusia, dikatakan ancaman yang ditimbulkan oleh Moskow ditunjukkan baru-baru ini oleh invasi lebih lanjut Rusia yang tidak beralasan ke Ukraina.

“Departemen (Pertahanan) akan mendukung pencegahan yang kuat dari agresi Rusia terhadap kepentingan nasional AS yang vital, termasuk perjanjian Sekutu kami,” papar strategi AS itu.

Menurut dokumen itu, situasi tersebut menekankan perlunya kolaborasi dengan negara-negara sekutu dan mitra lain untuk melawan bahaya yang ditimbulkan China dan Rusia. “Kerja sama semacam itu dasar bagi kepentingan keamanan nasional AS,” papar Pentagon.

Dalam laporan terbaru tentang postur nuklir AS yang dirilis secara paralel dengan Strategi Pertahanan Nasional, Pentagon mendefinisikan peran persenjataan nuklirnya untuk mencegah serangan nuklir dan non-nuklir asing yang memiliki konsekuensi strategis.

“Ini termasuk penggunaan nuklir dalam skala apa pun, dan itu termasuk serangan berkonsekuensi tinggi yang bersifat strategis yang menggunakan sarana non-nuklir,” ungkap seorang pejabat senior pertahanan kepada wartawan.

Versi Nuclear Posture Review yang tidak dirahasiakan berisi peringatan keras bagi Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un agar tidak menggunakan senjata atom.

“Setiap serangan nuklir oleh Korea Utara terhadap Amerika Serikat atau Sekutu dan mitranya tidak dapat diterima dan akan mengakibatkan berakhirnya rezim itu. Tidak ada skenario di mana rezim Kim dapat menggunakan senjata nuklir dan bertahan hidup,” papar strategi itu.

Kim telah menyatakan negara itu sebagai kekuatan nuklir yang "tidak dapat diubah", yang secara efektif mengakhiri negosiasi atas program senjatanya yang dilarang.

Laporan itu dirilis saat Amerika Serikat dan sekutu NATO memompa senjata ke Ukraina untuk membantunya mengusir pasukan Rusia setelah mereka menyerbu pada Februari.

Itu juga terjadi di tengah ketegangan yang meningkat atas niat yang dinyatakan China untuk mengendalikan Taiwan. AS terus memompa persenjataan untuk Taipei.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Berita Terkini
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved