Inilah Total Uang Per Bulan yang Diminta Ukraina dari Negara-negara Lain

Rabu, 26 Oktober 2022 - 08:28 WIB
loading...
Inilah Total Uang Per...
Seorang pria menyiapkan makanan untuk penduduk setempat dan anggota Pasukan Pertahanan Teritorial di dapur lapangan di Kiev, Ukraina 3 Maret 2022. Foto/REUTERS/Mykola Tymchenko
A A A
KIEV - Ukraina membutuhkan antara USD4 miliar (Rp62 triliun) dan USD5 miliar (Rp78 triliun) per bulan untuk mempertahankan anggarannya.

Ajudan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Alexander Rodnyansky, mengungkapkan hal itu kepada kelompok media Jerman Funke, Selasa (25/10/2022).

Menurut pejabat itu, Kiev mengharapkan Uni Eropa (UE) menutupi sekitar setengah dari jumlah itu.

“Kami percaya Jerman dapat mengambil sekitar USD500 juta per bulan,” ujar Rodnyansky, menambahkan bahwa itu akan sangat diperlukan pada tahun 2023.

Baca juga: Warga Ukraina di Luar Negeri Diminta Tidak Kembali Musim Dingin Ini

“Negara harus berfungsi, pensiun harus dibayar,” papar dia.

“Kiev juga berharap mendapatkan sekitar USD2 miliar per bulan dari UE secara keseluruhan,” ungkap media Jerman itu.

Tidak jelas apakah jumlah ini akan membengkak lebih jauh di masa depan, karena Ukraina memperkirakan inflasinya akan mencapai 24,5% pada 2022, menurut bank sentral negara itu.

Baca juga: Demokrat Tarik Surat yang Desak Biden Kejar Perdamaian Ukraina-Rusia

Ajudan presiden menuduh Rusia membuka “front ekonomi dalam perang” dengan menargetkan infrastruktur energi Ukraina. “Moskow telah berhasil menghentikan ekspor listrik Ukraina," ungkap dia.

Dia menambahkan, “Ukraina akan menghadapi krisis yang sangat besar musim dingin ini dan akan sangat membutuhkan pakaian termal, listrik darurat dan generator diesel di antara barang-barang lainnya.”

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck sudah menyerukan paket "bantuan musim dingin yang mendesak" untuk Ukraina, yang akan mencakup pembangkit listrik, transformator, dan peralatan perbaikan jaringan.

Jerman sendiri sedang menghadapi krisis energi akut dan berusaha membatasi konsumsi di tengah harga gas dan energi yang tinggi yang sebagian disebabkan upaya UE mengurangi ketergantungannya pada impor energi Rusia.

Perdana Menteri Ukraina Denis Shmigal juga menyebutkan total biaya pemulihan infrastruktur Ukraina sekitar USD750 miliar pada Senin.

Menurut Funke, jumlah ini termasuk biaya pengembangan dan modernisasi daerah yang belum terkena dampak konflik Kiev dengan Rusia.

Bank Dunia dan Amerika Serikat (AS) percaya biaya sebenarnya untuk membangun kembali Ukraina adalah setengahnya dan berjumlah sekitar USD350 miliar, menurut laporan kelompok media.

Pada Senin, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan kepada Forum Ekonomi Jerman-Ukraina, yang saat ini diadakan di Berlin, bahwa pemerintahnya ingin Ukraina menjadi anggota penuh Uni Eropa dan harus merencanakan upaya pembangunan kembali “dengan tujuan Ukraina sebagai anggota Uni Eropa. Uni Eropa dalam pikiran.”

Menurut dia, infrastruktur transportasi dan logistik Ukraina harus dibangun kembali dengan cara yang memungkinkannya terhubung dengan cepat ke blok tersebut.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Berita Terkini
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Infografis
Negara NATO yang Halangi...
Negara NATO yang Halangi Kemenangan Israel dari Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved