Industri Nuklir AS Bisa Gagal Total Tanpa Pasokan Uranium Rusia

Selasa, 25 Oktober 2022 - 09:02 WIB
loading...
Industri Nuklir AS Bisa...
Generasi baru Small Modular Reactors (SMR) ditampilkan dalam pameran. Foto/ansto
A A A
WASHINGTON - Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) mungkin gagal meluncurkan pembangkit listrik tenaga nuklir generasi berikutnya dengan Small Modular Reactors (SMR) baru tanpa pasokan uranium Rusia.

Permasalah itu diungkap dalam laporan Reuters pada pekan lalu. Menurut pengembang, reaktor canggih terbaru itu tiga kali lebih efisien daripada versi konvensional. SMR mengkonsumsi lebih sedikit bahan bakar dan sangat penting untuk agenda negara untuk memenuhi emisi nol bersih.

SMR membutuhkan High-Assay Low-Enriched Uranium (HALEU), yang diperkaya hingga tingkat 20%, dibandingkan dengan sekitar 5% untuk uranium yang menggerakkan sebagian besar pembangkit nuklir.

Baca juga: Yakinkan Pemilih AS, Biden: Saya Bisa Mati Besok

Satu-satunya perusahaan yang saat ini menjual uranium jenis ini secara komersial adalah Tenex, anak usaha dari perusahaan energi nuklir milik negara Rusia, Rosatom.

Meski perusahaan tersebut tidak dikenakan sanksi Barat, sebagai bagian penting dari rantai pasokan bahan bakar nuklir global, perusahaan AS X-energi dan TerraPower yang memiliki kontrak negara untuk mengembangkan reaktor canggih, enggan membeli uranium Rusia.

"Kami memahami perlunya tindakan segera untuk mendorong pembentukan pasokan HALEU yang berkelanjutan dan didorong pasar," papar juru bicara Departemen Energi AS kepada Reuters.

Baca juga: IAEA Bersiap Periksa Dua Lokasi di Ukraina Terkait Tudingan Bom Kotor

Tidak jelas siapa yang dapat menggantikan HALEU Rusia yang dibutuhkan untuk bahan bakar sembilan dari sepuluh reaktor canggih yang didanai Washington.

Pada 2019, pemerintah AS memberikan kontrak biaya bersama untuk membangun fasilitas demonstrasi dengan Centrus, satu-satunya perusahaan di luar Rusia yang memiliki lisensi memproduksi jenis uranium ini.

Namun proyek yang dijadwalkan mulai tahun ini ditunda hingga 2023 dan akan memakan waktu setidaknya lima tahun sebelum mulai berproduksi.

Kapasitasnya sebesar 13 ton HALEU hanya akan mencakup sepertiga dari kebutuhan AS. Produsen potensial uranium yang diperkaya rendah lainnya berada jauh di belakang.

Reuters melaporkan kebutuhan mendesak akan bahan bakar bahkan telah mendorong pemerintah AS mengurangi beberapa persediaan uranium tingkat senjatanya, tetapi proses itu juga membutuhkan waktu.

Sementara itu, tenggat waktu untuk dua versi demonstrasi reaktor canggih oleh X-energy dan TerraPower ditetapkan pada 2028.

Tetapi dengan tidak adanya sumber alternatif HALEU yang dapat diandalkan, kecil kemungkinan industri nuklir baru Amerika akan berhasil lepas landas tanpa bantuan persediaan Rusia dalam waktu dekat.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved