HRW Tuding Turki Paksa Ratusan Pengungsi Kembali ke Suriah

Selasa, 25 Oktober 2022 - 02:30 WIB
loading...
HRW Tuding Turki Paksa...
HRW Tuding Turki Paksa Ratusan Pengungsi Kembali ke Suriah. FOTO/Reuters
A A A
ISTANBUL - Ratusan pria dan anak laki-laki Suriah ditahan, dipukuli, dan dikembalikan secara paksa ke negara mereka oleh pihak berwenang Turki selama enam bulan. Hal itu diungkapkan oleh kelompok hak asasi manusia terkemuka, Senin (24/10/2022).

“Perlakuan terhadap migran yang tinggal di Turki di bawah perlindungan sementara merupakan pelanggaran hukum internasional,” kata laporan Human Rights Watch yang berbasis di New York, seperti dikutip dari AP.

Baca: Konsumsi Air Terkontaminasi, 15.000 Warga Suriah Terjangkit Kolera

Pemerintah Turki di masa lalu menolak tuduhan memulangkan pengungsi secara paksa ke Suriah. Turki menampung populasi pengungsi terbesar di dunia, sebagian besar 3,6 juta warga Suriah yang melarikan diri dari perang selama satu dekade di negara mereka.

Human Rights Watch mengatakan, warga Suriah yang dideportasi mengatakan kepada peneliti bahwa pejabat Turki menangkap mereka di rumah, tempat kerja, dan di jalan. Mereka kemudian ditahan dalam kondisi yang buruk, dengan sebagian besar menderita pemukulan dan penganiayaan, dan dipaksa untuk menandatangani dokumen yang setuju untuk “secara sukarela” kembali ke Suriah.

Setelah diborgol ke perbatasan Suriah—perjalanan terkadang berlangsung hingga 21 jam—mereka dipaksa menyeberang dengan todongan senjata, kata pihak Suriah.

“Melanggar hukum internasional, otoritas Turki telah menangkap ratusan pengungsi Suriah, bahkan anak-anak tanpa pendamping, dan memaksa mereka kembali ke Suriah utara,” kata Nadia Hardman, peneliti hak pengungsi dan migran di Human Rights Watch.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Terungkap! Pemimpin...
Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved