Zelensky: Hanya Rusia yang Bisa Gunakan Senjata Nuklir di Eropa
Senin, 24 Oktober 2022 - 06:58 WIB
loading...
A
A
A
Media yang dikelola negara Rusia, RIA Novosti, menulis di Telegram pada hari Minggu bahwa tujuan dari provokasi yang direncanakan Kiev adalah untuk menuduh Moskow menggunakan senjata pemusnah massal di teater operasi Ukraina, dan dengan demikian meluncurkan kampanye anti-Rusia yang kuat di dunia untuk merusak kepercayaan di Moskow.
Selain itu, laporan pers Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyatakan bahwa Shoigu menyatakan keprihatinannya kepada rekan Prancis-nya tentang kemungkinan provokasi oleh Ukraina dengan penggunaan "bom kotor".
Apa Itu "Bom Kotor"?
"Bom kotor", menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, adalah campuran bahan peledak dan bahan radioaktif seperti bubuk atau pelet.
"Ketika dinamit atau bahan peledak lainnya meledak, ledakan itu membawa bahan radioaktif ke daerah sekitarnya," kata CDC di situsnya.
CDC menambahkan bahwa bahaya utama yang ditimbulkan oleh "bom kotor" berasal dari ledakannya, mencatat bahwa bahan radioaktifnya mungkin tidak akan menciptakan paparan radiasi yang cukup untuk menyebabkan penyakit serius segera, kecuali bagi orang-orang yang sangat dekat dengan lokasi ledakan.
Christopher Fettweis, seorang profesor ilmu politik di Universitas Tulane, mengatakan kepada Newsweek bahwa "bom kotor" tidak pernah digunakan dalam konflik.
Selain itu, laporan pers Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyatakan bahwa Shoigu menyatakan keprihatinannya kepada rekan Prancis-nya tentang kemungkinan provokasi oleh Ukraina dengan penggunaan "bom kotor".
Apa Itu "Bom Kotor"?
"Bom kotor", menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, adalah campuran bahan peledak dan bahan radioaktif seperti bubuk atau pelet.
"Ketika dinamit atau bahan peledak lainnya meledak, ledakan itu membawa bahan radioaktif ke daerah sekitarnya," kata CDC di situsnya.
CDC menambahkan bahwa bahaya utama yang ditimbulkan oleh "bom kotor" berasal dari ledakannya, mencatat bahwa bahan radioaktifnya mungkin tidak akan menciptakan paparan radiasi yang cukup untuk menyebabkan penyakit serius segera, kecuali bagi orang-orang yang sangat dekat dengan lokasi ledakan.
Christopher Fettweis, seorang profesor ilmu politik di Universitas Tulane, mengatakan kepada Newsweek bahwa "bom kotor" tidak pernah digunakan dalam konflik.
Lihat Juga :