Putin: Amandemen Konstitusi Membuat Rusia Hindari Kesalahan Soviet

Senin, 06 Juli 2020 - 19:10 WIB
loading...
Putin: Amandemen Konstitusi...
Putin menuturkan, amandemen yang disetujui pada pekan lalu dapat membuat Rusia menghindari kesalahan yang telah dibuat oleh Uni Soviet. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, amandemen konstitusi adalah langkah yang tepat. Putin menuturkan, amandemen yang disetujui pada pekan lalu dapat membuat Rusia menghindari kesalahan yang telah dibuat oleh Uni Soviet.

Putin menuturkan, hak republik untuk menarik diri dari Soviet adalah bom waktu dan Rusia harus menghindari kesalahan seperti itu. Menurut Putin, Konstitusi Soviet memasukkan tesis revolusioner Rusia Vladimir Lenin bahwa republik harus diberikan hak untuk menarik diri dari Soviet.

( Baca juga: Perubahan Konstitusi Rusia Mulai Berlaku 4 Juli )

"Ini adalah bom waktu yang diletakkan pada tahun 1922 ketika Soviet didirikan. Hak ini termasuk dalam Konstitusi Soviet lainnya tahun 1924, 1936 dan 1977. Tentu saja, kita harus menghindari hal-hal ini," kata Putin, seperti dilansir Tass pada Senin (6/7/2020).

"Saya benar-benar yakin bahwa kita melakukan hal yang benar ketika meloloskan amandemen Konstitusi saat ini. Mereka akan memperkuat kewarganegaraan kita dan menciptakan kondisi untuk pengembangan yang konsisten dari negara kita selama puluhan tahun yang akan datang," sambungnya.

( Baca juga: Diskusi Parlemen: DPR Berharap Kemarahan Presiden Ada Tindak Lanjutnya )

Seperti diketahui, pekan lalu Komisi Pemilihan Pusat Rusia mengkonfirmasi hasil pemungutan suara nasional untuk mengubah Konstitusi Rusia. Menurut dokumen itu, 77,92% pemilih mendukung amandemen undang-undang utama Rusia, sementara 21,27% menentang mereka. Salah satu amandemen termasuk larangan alienasi wilayah Rusia.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Berita Terkini
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved