Eks Bos CIA: AS Bisa Langsung Campur Tangan di Ukraina

Minggu, 23 Oktober 2022 - 09:21 WIB
loading...
Eks Bos CIA: AS Bisa...
Eks Direktur CIA mengatakan AS bisa langsung campur tangan di Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mungkin secara langsung campur tangan dalam konflik yang sedang berlangsung antara Moskow dan Kiev, bahkan jika tidak ada ancaman bagi negara-negara anggota NATO.

Hal itu diungakpkan pensiunan jenderal Angkatan Darat AS David Petraeus kepada mingguan L'Express Prancis.

Mantan Direktur CIA itu percaya bahwa Washington mungkin membentuk koalisi baru yang bersedia dalam skenario seperti itu dan menggunakannya sebagai pengganti NATO.

"Rusia dapat mengambil beberapa tindakan di Ukraina yang akan sangat mengejutkan dan sangat mengerikan sehingga akan memicu tanggapan dari AS dan negara-negara lain," katanya.

"Mereka mungkin bereaksi dengan satu atau lain cara, tetapi sebagai kekuatan multinasional yang dipimpin oleh AS dan bukan sebagai kekuatan NATO,” ia menambahkan seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (23/10/2022).

Baca: Iran Kecam Seruan agar PBB Selidiki Penggunaan Drone Shaded-136 di Ukraina

Jenderal AS itu meyakini bahwa NATO kemungkinan masih akan terikat oleh perjanjiannya dan hanya akan bergabung dalam konflik jika Pasal 5 diterapkan, yaitu jika salah satu anggotanya diserang.

Petraeus juga mengatakan bahwa Moskow tidak tertarik untuk meningkatkan konflik dan mengubahnya menjadi perang global.

"Konflik yang lebih luas adalah hal terakhir yang dibutuhkan Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini," tambahnya.

Sebelumnya pada bulan Oktober, Petraeus mengklaim bahwa AS dapat memusnahkan semua pasukan Rusia di Ukraina, bersama dengan armada Laut Hitam Rusia, jika Moskow menggunakan senjata nuklir di Ukraina. Pada hari Sabtu, dia kembali mengulangi kata-kata ini dengan mengatakan bahwa tanggapan Washington terhadap langkah seperti itu di pihak Rusia akan melibatkan lebih dari tindakan diplomatik, ekonomi dan hukum.

Pada saat yang sama, Petraeus mengatakan bahwa kata-katanya sebelumnya telah menggambarkan “hanya satu” dari “banyak pilihan” yang dimiliki Amerika jika Rusia menggunakan senjata nuklir, yang disebutnya sebagai keputusan yang sangat buruk.

Baca: Vladimir Putin Diyakini Tak Akan Bisa Lakukan Serangan Nuklir, Ini Alasannya

Jenderal AS itu juga mengatakan bahwa dia masih berpikir tidak ada yang bisa dilakukan Rusia untuk mengubah situasi di garis depan, yang menurut Petraeus, tidak menguntungkan Moskow.

Petraeus memimpin pasukan AS di Afghanistan dari 2010 hingga 2011, memimpin jumlah kematian tertinggi di Amerika selama perang 20 tahun, dan meningkatkan korban sipil.

Ia membantu membujuk Presiden Barack Obama saat itu untuk mengerahkan 30.000 tentara tambahan ke Afghanistan, tetapi rencana kontra-pemberontakannya, yang bergantung pada mengamankan dan melayani penduduk setempat gagal.

Dia kemudian menjadi Direktur CIA pada tahun 2011, hanya untuk mengundurkan diri pada tahun berikutnya setelah berselingkuh dengan wanita yang menulis biografinya.

Baca: Pasukan Elite AS Siap Perang di Ukraina Jika Konflik Meningkat

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved