Vladimir Putin Dilaporkan Batal Ledakkan Nuklir karena Takut dengan Respons Barat

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 04:04 WIB
loading...
Vladimir Putin Dilaporkan...
Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan membatalkan uji coba senjata nuklir karena takut dengan respons Barat. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan membatalkan uji coba peledakan senjata nuklir sebelum benar-benar digunakan. Menurut seorang ilmuwan politik Moskow, pemimpin Rusia itu takut dengan respons negara-negara Barat pendukung Rusia.

Laporan yang dipublikasikan media Inggris, The Mirror, tersebut muncul ketika ada desas-desus dari dalam Kremlin bahwa Putin berusaha untuk menguji coba senjata nuklir sebelum digunakan, tapi uji coba itu disabotase atau digagalkan oleh "kendala teknis".

Ilmuwan politik Rusia Andrey Piontkovsky percaya bahwa Putin mungkin telah mundur dari uji coba peledakan senjata nuklir setelah mempertimbangkan kemungkinan akibatnya.

Dia mengatakan Putin mendengar pesan dari Barat yang memperingatkan setiap serangan nuklir akan dihukum berat.

Baca juga: Putin Mengebom Nuklir Ukraina Dapat Picu Perang yang Tewaskan 34 Juta Orang dalam 5 Jam

Komentarnya muncul saat berbicara di saluran YouTube dari politisi dan pengacara oposisi Rusia Mark Feygin, yang mewakili Pussy Riot—grup musik feminis anti-Putin.

Ketakutan akan uji coba peledakan senjata nuklir tinggi karena serangkaian NOTAM (pemberitahuan misi udara) dan peringatan navigasi Rusia dikeluarkan selama seminggu terakhir.

NOTAM dan peringatan navigasi itu menunjukkan bahwa Rusia sedang melakukan tes senjata atau latihan menembak langsung.

Faktanya, hingga hari ini tak ada tes senjata nuklir yang dilakukan Rusia.

Mantan analis intelijen CIA dan DIA Rebecca Koffler mengatakan keputusan Putin untuk mengumumkan darurat militer di wilayah pendudukan Ukraina timur menunjukkan bahwa dia sedang mempersiapkan perang nuklir.

Menurutya, tempat yang paling mungkin dari uji coba nuklir potensial adalah di Laut Hitam.

Perwira intelijen kelahiran Rusia, yang juga menulis buku "Putin's Playbook", mengatakan kepada Fox News, Jumat (21/10/2022): "Ini adalah pesan strategisnya kepada Presiden [Ukraina Volodymyr] Zelensky bahwa dia siap untuk mengatur pembantaian, dan kami hanya bisa berdoa untuk rakyat Ukraina."

“Dia mencaplok wilayah-wilayah ini untuk mempersiapkan pembenaran doktrinal untuk serangan nuklir. Karena, doktrin militer Rusia mengatur penggunaan senjata nuklir hanya untuk tujuan perlindungan wilayah Rusia.

"Rusia sekarang menganggap empat wilayah yang disebutkan dan Crimea sebagai [milik] Rusia, bahkan jika seluruh dunia tidak setuju dengan ini."

Ada juga klaim bahwa Putin telah menekan tombol dan memerintahkan dua uji coba rudal nuklir--tetapi itu tidak terjadi.

Valery Solovey, mantan profesor di Institut Hubungan Internasional [MGIMO] yang bergengsi di Moskow, sebuah sekolah pelatihan untuk mata-mata dan diplomat mengatakan: “Keputusan [Putin] tentang penggunaan senjata nuklir taktis [dalam konflik Ukraina] akan tidak diragukan lagi menghadapi perlawanan."

“Saya tidak tahu seberapa efektif perlawanan itu, tetapi saya akan menunjukkan [bahwa] uji coba nuklir seharusnya diadakan selama dua minggu terakhir, satu di Laut Barents, di bawah air, dan yang kedua di bawah tanah, di wilayah Arkhangelsk," paparnya.

Pemerintah Rusia belum berkomentar terkait laporan bahwa Putin mempersiapkan uji coba senjata nuklir namun telah dibatalkan. Namun, Kremlin berulang kali menegaskan bahwa Rusia tidak memerlukan senjata nuklir dalam operasi militernya di Ukraina.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Rupiah Hari Ini Terkapar...
Rupiah Hari Ini Terkapar ke Rp17.907 per Dolar AS, Analis Ungkap Sebabnya
Profil Nadiem Makarim,...
Profil Nadiem Makarim, Menteri Era Jokowi yang Divonis 10 Tahun Penjara
Breaking News! Nadiem...
Breaking News! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Berita Terkini
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Infografis
Kapal Induk Nuklir Harry...
Kapal Induk Nuklir Harry S Truman AS Tabrakan dengan Kapal Kargo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved