Darurat Militer, Rusia Dilaporkan Tarik Pasukan dari Suriah
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 11:44 WIB
loading...
A
A
A
Kehadiran militer Rusia ini - yang datang bersamaan dengan dukungan Iran untuk Presiden Bashar al-Assad - memerlukan koordinasi antara Rusia dan Israel, yang telah melakukan banyak serangan terhadap sasaran Iran di Suriah.
Sumber-sumber NYT mengesankan bahwa pemindahan perseonel dan perangkat militer Rusia baru-baru ini dapat memberi Israel tangan yang lebih bebas di daerah tersebut.
Di tengah invasi Rusia ke Ukraina, beberapa analis dan aktivis mengatakan bahwa kegagalan untuk meminta pertanggungjawaban Moskow atas pemboman di Suriah telah membuat Putin keberanian dalam perang terbarunya.
"Itulah yang mendorong Putin untuk melanjutkan kejahatannya di Suriah, untuk memblokir solusi damai bagi perang dan akhirnya invasi ke Ukraina. Dia tidak mengharapkan reaksi dari Barat seperti yang dia lakukan," ucap Direktur Eksekutif Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) Fadel Abdul Ghany seperti dikutip dari Al Araby, Jumat (21/10/2022).
Sebuah laporan yang diterbitkan pada bulan September mengatakan bahwa tujuh tahun pemboman Rusia di Suriah telah menewaskan sedikitnya 6.943 warga sipil termasuk 2.044 anak-anak, meskipun jumlah sebenarnya bisa jauh lebih besar.
Baca: Diserang Rusia Besar-besaran, Ukraina Kembali Minta Iron Dome Israel
Sumber-sumber NYT mengesankan bahwa pemindahan perseonel dan perangkat militer Rusia baru-baru ini dapat memberi Israel tangan yang lebih bebas di daerah tersebut.
Di tengah invasi Rusia ke Ukraina, beberapa analis dan aktivis mengatakan bahwa kegagalan untuk meminta pertanggungjawaban Moskow atas pemboman di Suriah telah membuat Putin keberanian dalam perang terbarunya.
"Itulah yang mendorong Putin untuk melanjutkan kejahatannya di Suriah, untuk memblokir solusi damai bagi perang dan akhirnya invasi ke Ukraina. Dia tidak mengharapkan reaksi dari Barat seperti yang dia lakukan," ucap Direktur Eksekutif Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) Fadel Abdul Ghany seperti dikutip dari Al Araby, Jumat (21/10/2022).
Sebuah laporan yang diterbitkan pada bulan September mengatakan bahwa tujuh tahun pemboman Rusia di Suriah telah menewaskan sedikitnya 6.943 warga sipil termasuk 2.044 anak-anak, meskipun jumlah sebenarnya bisa jauh lebih besar.
Baca: Diserang Rusia Besar-besaran, Ukraina Kembali Minta Iron Dome Israel
Lihat Juga :